MMCNEWS.ID | Proyek peningkatan ruas Jalan Mojolegi-Panglungan di Dusun Wonoayu, Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, menuai sorotan tajam.
Pasalnya, proyek pengaspalan (hotmix) bernilai fantastis ini diduga tidak transparan karena tidak mencantumkan volume pekerjaan pada papan informasi proyek.
Ironisnya, Kepala Desa Dukuhmojo, H. Raden Bai, mengaku tidak mengetahui secara pasti volume pengerjaan proyek di wilayahnya tersebut.
Padahal, proyek tersebut menelan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Jombang Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak mencapai Rp1.495.421.637,68.
Saat dikonfirmasi terkait data volume pekerjaaan pengaspalan, Raden Bai justru memberikan jawaban yang mengejutkan. Ia menyarankan agar volume panjang jalan dihitung secara manual di lapangan dengan memanfaatkan tiang listrik sebagai patokan ukur.
“Silakan dihitung sendiri. Patokannya tiang listrik itu. Jarak antar tiang sekitar 50 meter,” ujar Raden Bai saat dikonfirmasi mmcnews.id, Jumat (12/6/2026).
Ketika didesak lebih jauh mengenai detail teknis proyek senilai hampir Rp1,5 miliar tersebut, Raden Bai enggan berkomentar banyak. Ia memilih melempar penjelasan teknis kepada pihak pelaksana pengerjaan.
“Besok bisa saya hubungkan dengan kontraktornya,” kata Bai
Berdasarkan pantauan langsung mmcnews.id di lokasi, bentangan jalan yang telah diaspal tersebut melewati sekitar 15 tiang listrik. Jika mengacu pada arahan Kepala Desa bahwa jarak antar tiang adalah 50 meter, maka estimasi panjang proyek tersebut diperkirakan mencapai 750 meter.
Namun, angka tersebut masih sebatas dugaan dan belum bisa dipastikan kebenarannya. Mengingat volume resmi yang menjadi hak informasi publik justru disembunyikan dari papan proyek.
Reporter: Adi















