MMCNEWS.ID | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan melalui transformasi digital.
Terobosan signifikan dilakukan dengan meluncurkan PANDU-RME (Pemantauan Terpadu Rekam Medis Elektronik), sebuah sistem inovatif yang secara fundamental mengubah proses pemantauan kelengkapan rekam medis dari metode manual menjadi sistem digital terpadu yang terintegrasi langsung dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).
Inovasi PANDU-RME hadir sebagai respons atas berbagai tantangan manajemen data yang selama ini dihadapi, seperti keterlambatan pengisian data, minimnya kontrol kelengkapan rekam medis, dan pelaporan yang belum optimal.
Dengan sistem ini, pemantauan kelengkapan data pasien kini dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan berbasis data, sehingga menjadi penopang vital bagi pengambilan keputusan klinis dan manajerial yang efektif.
Merombak Tata Kelola Kerja demi Akurasi Data
Kepala Seksi Perencanaan dan Rekam Medis RSUD Ploso, Jazilatur Rohmah, S.KM., menegaskan bahwa PANDU-RME bukan sekadar digitalisasi, melainkan upaya penataan ulang tata laksana kerja atau business process agar jauh lebih efisien.
“Dengan hadirnya PANDU-RME, kami ingin memastikan setiap data pasien terdokumentasi dengan lengkap dan benar, tanpa menambah beban kerja petugas. Justru sistem ini membantu mempercepat monitoring dan meningkatkan akurasi informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan,” jelasnya.
Penerapan PANDU-RME bertujuan utama untuk meningkatkan efektivitas kerja unit rekam medis dan unit pelayanan terkait, menyusun pedoman teknis dan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaannya, serta secara keseluruhan meningkatkan kualitas dokumentasi pelayanan medis.
Kolaborasi dan Tahapan Implementasi keberhasilan PANDU-RME tidak lepas dari kolaborasi aktif berbagai pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal.
RSUD Ploso menggandeng direktur rumah sakit, Profesional Pemberi Asuhan (PPA), Tim Efektif Aksi Perubahan, Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, hingga pengguna layanan.
Kolaborasi ini menjadi kunci dalam mengembangkan sistem yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan.
Implementasi PANDU-RME dilakukan melalui serangkaian tahapan yang terukur. Dimulai dari konsultasi dan membangun komitmen, pembentukan Tim Efektif, hingga desain dan uji coba sistem.
Setelah melalui pengujian ketat, sistem ini kemudian disosialisasikan secara masif ke seluruh unit pelayanan, dilanjutkan dengan penyusunan pedoman teknis dan SOP, serta diakhiri dengan monitoring dan evaluasi berkelanjutan.
Visi RSUD Ploso Menuju Pelayanan Berbasis Teknologi
Direktur RSUD Ploso, dr. Hendri Marzuki, menyambut baik inovasi ini dan memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi tim yang terlibat. Menurutnya, digitalisasi merupakan bagian integral dari upaya rumah sakit menuju pelayanan publik yang transparan, cepat, dan efisien.
“Transformasi digital bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan. Dengan PANDU-RME, kami berharap pelayanan medis di RSUD Ploso menjadi lebih akurat, terdokumentasi dengan baik, serta mendukung sistem manajemen yang modern dan terintegrasi,” ujar dr. Hendri.
Inovasi ini, lanjutnya, sejalan dengan visi RSUD Ploso untuk menjadi rumah sakit daerah yang unggul dalam mutu dan pelayanan berbasis teknologi informasi.
Penerapan PANDU-RME membuktikan bahwa RSUD Ploso tidak hanya berfokus pada pelayanan kuratif, tetapi juga terus berinovasi dalam manajemen data dan tata kelola pelayanan kesehatan.
Ke depan, sistem ini diharapkan mampu menjadi model percontohan bagi rumah sakit lain di Kabupaten Jombang, bahkan hingga tingkat provinsi, sebagai wujud dari budaya kerja baru menuju pelayanan yang cepat, akurat, dan berkelanjutan.
Reporter: Adi















