Ende- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan adanya peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik di Gunungapi Iya, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 17 Mei 2026.
Dalam laporan khusus bernomor 907.Lap/GL.03/BGL/2026, Gunungapi Iya yang memiliki ketinggian 637 meter di atas permukaan laut disebut mengalami peningkatan aktivitas seismik pasca terjadinya beberapa gempa di sekitar kawasan gunung tersebut.
Gunungapi Iya diketahui merupakan gunung api tipe strato yang memiliki sejarah letusan sejak tahun 1671 hingga terakhir tercatat meletus pada 1969. Karakteristik letusan umumnya berupa letusan magmatik yang menghasilkan abu vulkanik, lontaran batu pijar, hingga aliran lava.
Badan Geologi juga mengungkapkan adanya rekahan di sekitar kawah aktif Gunung api Iya yang menunjukan zona lemah di tubuh gunung. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan longsoran besar ke arah laut apabila terjadi erupsi besar atau bersifat katastrofis.
Pada 16 Mei 2026, tercatat gempa berkekuatan Magnitudo 2,1 di wilayah sekitar 34 kilometer utara Ende dengan kedalaman 5 kilometer. Selain itu, terjadi pula gempa tektonik Magnitudo 1,1 di sekitar 8 kilometer selatan Ende dengan kedalaman 6 kilometer.
“Episenter kedua gempa tersebut berada di sekitar Gunung api Iya dengan jarak sekitar 12 kilometer dari puncak,” demikian isi laporan Badan Geologi.
Pasca kejadian gempa tersebut, hingga 17 Mei 2026 pukul 07.18 WITA tercatat sebanyak 17 kali gempa vulkanik dalam dan dua kali gempa tektonik lokal. Jumlah tersebut meningkat dibanding aktivitas normal atau background seismik Gunungapi Iya.
Meski demikian, hingga 17 Mei 2026 pukul 18.00 WITA, aktivitas gempa vulkanik belum kembali terekam. Berdasarkan hasil pemantauan melalui grafik Real-time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) dan Seismic Spectral Amplitude Measurement (SSAM), belum terlihat adanya peningkatan energi gempa yang signifikan.
Badan Geologi menegaskan pemantauan intensif masih terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas vulkanik lebih lanjut.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga mengimbau masyarakat Kabupaten Ende agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Iya.
Warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar kawah maupun area rawan bencana Gununga Iya, termasuk aktivitas pendakian, penangkapan ikan di zona terdekat lereng gunung, maupun kegiatan lain yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Masyarakat juga diharapkan tidak mudah terpancing informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan tetap mengikuti arahan resmi dari PVMBG, BPBD, maupun pemerintah daerah.















