MMCNEWS.ID | Kehangatan toleransi beragama begitu terasa di Kabupaten Jombang. Sebanyak 55 biksu dari berbagai negara di Asia Tenggara yang tergabung dalam gerakan Indonesia Walk for Peace 2026 resmi tiba di Kota Santri pada Senin (18/5/2026).
Kehadiran para bhikkhu ini disambut dengan sukacita dan keterbukaan oleh para tokoh masyarakat lintas agama dan etnis setempat. Momen ini menjadi simbol nyata bahwa Jombang tetap kokoh sebagai rumah yang rukun bagi keanekaragaman agama dan budaya.
Perjalanan spiritual dan kampanye perdamaian internasional ini dimulai sejak Senin pagi dari wilayah Mojokerto, sebelum rombongan akhirnya memasuki kawasan Jombang.
Sesampainya di Jombang, rombongan langsung menuju Klenteng Hok Liong Kiong di Jalan RE Martadinata untuk beristirahat dan bermalam. Tempat ibadah umat Tri Dharma ini menjadi persinggahan pertama yang penuh kehangatan bagi para peserta aksi damai tersebut.
Agenda berlanjut pada Selasa pagi (19/5/2026). Suasana akrab menyelimuti Pendopo Kabupaten Jombang saat para bhikkhu menghadiri jamuan sarapan bersama. Kehadiran mereka disambut langsung melalui prosesi penyambutan resmi oleh Bupati Jombang, Warsubi.
Salah satu agenda paling sakral dalam rangkaian kunjungan ini adalah ziarah ke makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang terletak di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng.
Ziarah ini memiliki makna filosofis yang sangat mendalam. Sosok Gus Dur hingga kini terus dikenang sebagai bapak simbol pemersatu lintas iman di Indonesia.
Kunjungan para bhikkhu ini seolah menjadi napak tilas atas nilai-nilai kemanusiaan yang konsisten diperjuangkan oleh almarhum Presiden RI ke-4 tersebut.
Usai merampungkan rangkaian agenda di Tebuireng, rombongan Indonesia Walk for Peace bergerak menuju wilayah selatan Jombang. Mereka dijadwalkan untuk bermalam di Klenteng Gudo sebelum melanjutkan misi keesokan harinya.
Keesok hari Pada Rabu (20/5/2026), perjalanan spiritual ini akan bergeser meninggalkan Jombang menuju Provinsi Jawa Tengah. Prosesi pelepasan dan estafet perjalanan ini nantinya akan didampingi langsung oleh tim dari Kabupaten Nganjuk.
Kehadiran puluhan bhikkhu lintas negara ini tidak hanya membawa pesan perdamaian global, tetapi juga kembali menegaskan posisi Jombang dan Indonesia sebagai salah satu poros toleransi dunia yang patut diteladani.
Reporter: Adi















