Oknum Polisi Tinggalkan Komentar Ancaman: “Kau Itu Sudah Banyak yang Incar”

  • Bagikan

Boven Digoel, Mmcnews — Media sosial seharusnya menjadi ruang berbagi informasi dan berdiskusi dengan tetap saling menghormati. Namun, sikap tidak pantas justru ditunjukkan oleh seorang polisi aktif bernama Hamdani Taslim, yang meninggalkan komentar bernada kasar di halaman Facebook Jurnal Linthon milik awak media ini.

Awalnya, awak media ini mengunggah ulang video seorang konten kreator yang menyoroti kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terkait bantuan beras untuk warga Palestina. Inti pesan video tersebut mengingatkan agar pemerintah harus terlebih dahulu untuk memperhatikan hak-hak warga dalam negeri sebelum membantu pihak luar. Karena, cukup banyak bantuan sosial yang tidak tepat sasaran di masyarakat — sebuah kritik wajar yang memicu diskusi publik.

Namun, dalam kolom komentar awalnya, akun milik Hamdani Taslim justru langsung menyerang dan menggunakan kata “GOBLOK” dan pada beberapa komentarnya kata tersebut juga kerap diulang. Di mana dirinya tak segan berkomentar bernada menghina jurnalis, bahkan mengandung kalimat ancaman seperti “Kau itu sudah banyak yang incar.” Padahal awak media ini sudah berusaha menjelaskan maksud video dengan sopan.

Sikap tersebut jelas tidak layak ditunjukkan oleh seorang polisi, mengingat anggota kepolisian seharusnya menjadi teladan dalam menjaga etika, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. Tindakan Hamdani Taslim ini pun menimbulkan kekecewaan, terutama karena selama ini pihak kepolisian sendiri selalu mengimbau masyarakat untuk menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Dalam kolom komentarnya, Hamdani Taslim juga menulis bahwa berita-berita yang sering dipublikasikan oleh awak media ini tidak pernah ada yang benar. Menanggapi hal tersebut, awak media ini membalas komentar tersebut dengan menantang Hamdani Taslim untuk membuktikan tudingannya dan menyebutkan secara jelas pemberitaan mana yang dianggap tidak benar. Namun ia membalas komentar dengan kata-kata yang menyinggung bahkan menghina.

Sebagai informasi, awak media ini memang konsisten menyoroti isu-isu sensitif seperti dugaan permainan subsidi BBM, aktivitas miras ilegal, dan praktik perjudian. Topik-topik ini kerap membuat banyak pihak merasa terusik karena kepentingannya terganggu.***

Penulis: Mmc PapuaEditor: Heberlinton Butar Butar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan