Anugerah Jurnalis Sidoarjo 2025 Sepi Peminat, Diduga Ada Upaya Penggembosan

  • Bagikan

SIDOARJO | MMCNEWS – Acara Anugerah Jurnalis Sidoarjo 2025 yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sidoarjo pada Rabu, 24 September 2025, di Pendopo Delta Wibawa, ramai diperbincangkan karena banyak kursi tamu yang terlihat kosong. Sejumlah wartawan undangan diduga sengaja tidak hadir dan memilih duduk di luar area acara.
​Acara yang berlangsung mulai pagi hari ini berjalan lancar hingga selesai, ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba karya jurnalistik dan konten kreator. Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua DPRD Sidoarjo Abdilah Nasih, Asisten Administrasi Pembangunan dan Perekonomian Setda Sidoarjo Muhammad Mahmud, serta Sekretaris Dinas Kominfo Sidoarjo Eri Sudewo.
​Menurut pantauan di lokasi, banyak kursi yang kosong terutama saat sesi diskusi. Kondisi ini memicu dugaan adanya penggembosan acara oleh oknum wartawan. Sejumlah sumber menyebut, seorang wartawan senior berinisial HS diduga kuat menjadi dalang di balik aksi ini.
​Sehari sebelum acara, HS dikabarkan berusaha memengaruhi rekan-rekan wartawan di salah satu ruang media center agar tidak menghadiri acara tersebut. Saat itu, undangan Anugerah Jurnalis Sidoarjo 2025 sudah mulai tersebar. HS diduga menyebarkan narasi bahwa acara ini adalah “settingan” dan hanya memberikan penghargaan kepada jurnalis yang dekat dengan Bupati Sidoarjo.
​Konflik Internal dan Reaksi Pihak Terkait
​Tindakan HS memicu ketegangan, terutama dengan anggota Aliansi Jurnalis Sidoarjo (AJS) yang hadir dengan mengenakan seragam kebesaran mereka. HS bahkan disebut melontarkan kalimat bernada merendahkan dan menghina organisasi tersebut.
​Saat dikonfirmasi, HS menganggap ucapannya tersebut hanya sebatas candaan. “Oalah, tak pikir aku cuma guyon. Gak ada rasa serius merendahkan, wong Yayak (ketua AJS) juga suka ngajak bercanda. Kalau dianggap salah, saya minta maaf ke anak-anak AJS,” ujar HS melalui pesan WhatsApp.
​Namun, Ketua AJS Nur Yahya menanggapi masalah ini dengan serius, meskipun tetap memaafkan karena faktor usia. “Nanti saya tegaskan, orang itu cuma menang tua, banyak omong. UKW dua kali saja enggak lulus,” kata Yahya, menanggapi pernyataan HS. (Sis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan