MMCNEWS.ID | Kabar baik untuk warga Desa Sumbermulyo dan sekitarnya yang selama ini terpaksa “akrab” dengan aroma tak sedap. Keluhan menahun soal bau menyengat akibat limbah cair pabrik tahu akhirnya mendapat respons serius dari wakil rakyat.
Komisi C DPRD Kabupaten Jombang langsung menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) panas di Ruang Komisi C pada Kamis (4/6/2026). Rapat ini mempertemukan warga yang terdampak, para pengusaha tahu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), hingga jajaran pemerintah desa demi mencari solusi konkret.
Ketua Komisi C DPRD Jombang, H. M. Zahrul Jihad (yang akrab disapa Gus Heri), menegaskan bahwa masalah ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
“Ini adalah tanggung jawab bersama. Mari kita cari jalan keluar yang terbaik untuk semua pihak. Kami ingin mendengar langsung masukan dan keluhan dari warga terdampak agar persoalan ini dapat diselesaikan secara tepat,” tegas Gus Heri saat membuka rapat.
Uniknya, perwakilan warga yang juga Ketua Himpunan Pengguna Air (HIPA), Bayan, membeberkan fakta menarik. Sebenarnya, air limbah tahu ini punya sisi positif karena subur untuk mengairi sawah pertanian. Namun, efek sampingnya yang tidak tahan: baunya minta ampun! Bikin perut mual.

“Sebenarnya air limbah ini bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah. Namun yang menjadi masalah adalah baunya yang sangat menyengat. Karena itu kami berharap ada solusi yang bisa mengurangi bahkan menghilangkan dampak tersebut,” curhat Bayan di depan wakil rakyat dan DLH.
Mendengar keluhan tersebut, Kepala DLH Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum, ST, MSi, langsung membeberkan strategi perang melawan bau limbah. Ada dua rencana besar yang disiapkan, yakni.
1. Langkah Jangka Pendek (Eksekusi Bulan Ini!)
DLH akan langsung mengeruk endapan ampas limbah tahu yang sudah menumpuk bertahun-tahun di dasar sungai.
Dan akan dilakukan penanaman eceng gondok di sejumlah titik aliran sungai guna menyerap polutan dan menekan aroma busuk secara alami.
2. Langkah Jangka Panjang (Solusi Permanen)
Pemerintah sedang menggeber persiapan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal. Saat ini, prosesnya sudah masuk tahap pemasangan jaringan pipa menuju lokasi pengolahan.
Bahwa usulan dan permintaan akan terpenuhi, Paguyuban Pengusaha Tahu menunjukkan sikap kooperatif. Mereka tidak tinggal diam dan siap mendukung penuh proyek ini agar bisnis mereka tetap berjalan tanpa mengganggu kenyamanan warga.
Pengusaha tahu sudah menghibahkan lahan seluas 1.400 meter persegi untuk lokasi IPAL Komunal. Begitu IPAL beres, para pengusaha berjanji akan menyambungkan saluran limbah dari pabrik mereka ke pipa induk secara mandiri.
Hebatnya lagi, proyek lingkungan ini bakal disokong dana raksasa. Perusahaan Gas Negara (PGN) direncanakan ikut ambil bagian dengan mengucurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) fantastis senilai Rp7,7 miliar! Proyek ini nantinya juga dikawal langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Di akhir rapat, semua pihak sepakat untuk bersinergi demi mewujudkan lingkungan Sumbermulyo yang bersih dan bebas bau. Komisi C DPRD Jombang pun berjanji tidak akan melepas pengawasan begitu saja.
Mereka akan mengawal proyek ini dari normalisasi sungai bulan ini hingga IPAL Komunalnya benar-benar beroperasi 100%.
Reporter: Adi















