MMCNEWS.ID | Kesunyian Dusun Kramat, Desa Tanggungkramat, Kecamatan Ploso, pecah pada Selasa (17/12/2025) dini hari. Seorang pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial JK (70), tak berkutik saat puluhan warga bersama Kepala Desa mengepung rumah tempat ia diduga memadu kasih dengan istri orang.
Drama penggerebekan yang terjadi pukul 00.30 WIB ini menyasar sebuah rumah milik warga bernama Marti Ningsih. Di sana, JK diduga tengah bersama NN (60), seorang asisten rumah tangga yang statusnya masih memiliki suami sah.
Kecurigaan warga sebenarnya sudah memuncak. JK, yang merupakan mantan guru olahraga sekolah dasar (SD), terpantau menyelinap masuk ke rumah tersebut saat warga mulai terlelap.
”Ini bukan yang pertama, tapi sudah kejadian kedua kalinya. Saat kami gerebek semalam, JK bahkan sempat mencoba bersembunyi di area belakang rumah untuk menghindari amukan massa,” ungkap Kepala Desa Tanggungkramat, Widha Dwi Priyanto.
Status keduanya pun menjadi sorotan, JK (70) Pensiunan ASN, warga Desa Kedungdowo, berstatus cerai hidup.
NN (60) Warga setempat, masih memiliki suami sah yang kabarnya sedang dalam kondisi sakit.
Meski sempat dibawa ke jalur hukum dan dilaporkan ke Polres Jombang, kasus ini berakhir dengan antiklimaks. Suami NN memilih untuk menarik kembali laporannya dengan alasan yang menyentuh hati.
”Laporan memang sempat masuk, namun akhirnya dicabut oleh suami NN. Pertimbangannya adalah demi masa depan anak-anak mereka dan kondisi keluarga,” jelas Widha.
Guna meredam amarah warga dan memastikan kejadian serupa tak terulang, Pemerintah Desa Tanggungkramat menggelar mediasi yang melibatkan unsur TNI dan Polri. Hasil musyawarah menghasilkan keputusan yang cukup unik namun tegas.
Ganti Rugi Moral, JK wajib memberikan kompensasi sebesar Rp5.000.000 kepada suami NN.
Keamanan Desa, Sebagai bentuk penebusan atas keresahan warga, disepakati pengadaan dan pemasangan 6 unit CCTV di titik-titik strategis lingkungan tersebut.
”Kesepakatan ini diambil demi menjaga kondusivitas desa. Kami ingin lingkungan kembali tertib dan kejadian memalukan seperti ini tidak terulang lagi,” pungkas sang Kades.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat tentang pentingnya pengawasan lingkungan (siskamling). Di sisi lain, penyelesaian melalui mediasi menunjukkan kuatnya peran kearifan lokal dalam menyelesaikan konflik rumah tangga di pedesaan.
Reporter: Adi















