MMCNEWS.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, memanfaatkan Dana Desa (DD) melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk pengembangan ternak sapi.
Hal ini diketahui, BUMDes di desa tersebut, mulai merintis kembangkan unit usaha pembesaran dan penggemukan sapi jantan dengan sistim bagi hasil.
Kepala Desa Mancilan, Atim Ridwan saat ditemui wartawan di kandang sapi menjelaskan, bahwa usaha BUMDes Mancilan ini merupakan kerjasama dengan Kelompok Ternak setempat.
“Untuk itu usaha penggemukan sapi jantan menjadi pilihan bisnis di BUMDes karena sebagian besar masyarakat Mancilan memiliki pengetahuan budidaya ternak sapi secara turun-temurun. Jadi selain sektor pertanian padi di Desa Mancilan, usaha ini juga mampu mendongkrak perekonomian untuk warga. Berkat inovasi tersebut BUMDes Mancilan mulai merintis ternak sapi,” katanya, Senin (23/9/2024)
Lebih lanjut ia menegaskan, keberadaan BUMDes sejatinya yang mampu menjadi penggerak maupun pendongkrak ekonomi masyarakat desa.
Ditanya prihal jumlah sapi saat ini yang dikembangkan?. Atim Ridwan menjelaskan, untuk sementara ini ada (8) delapan ekor sapi, dan itu jantan semuanya. Tujuannya kita adalah untuk pembesaran dan penggemukan, sehingga nantinya kalau sudah waktunya pas dijual pihak BUMDes ada pemasukan, dari pihak peternak juga ada pemasukan”, jelasnya Atim Ridwan.
Dari program ketahanan pangan kita menerima uang sebesar Rp. 172 juta, yang dibuat untuk ternak sapi. Kita terima dari awal bulan Februari pertengahan seingat saya, kebetulan pada waktu itu kandang sapi juga masi belum selesai di bangun dan juga bersamaan dengan hari raya Idul adha harga sapi masih cukup tinggi sehingga peternak sapi tidak mau memelihara.

Kemudian kita tunggu setelah hari raya idul adha baru kita adakan rapat lagi dengan orang-orang yang mau mengembangkan atau merawat, Lalu. setelah kita adakan rapat kita lakukan pembelanjaan semuanya, baik itu dari peternaknya maupun untuk kebutuhan kandang dan lain sebagainya. Sudah saya belanjakan semua. Dan Alhamdulillah saat ini SPJ nya sudah klop sudah selesai semuanya”, ungkapnya Kades Atim Ridwan.
Ia menambahkan untuk anggaran 172 juta itu semuanya sudah terealisasikan dan sudah tidak ada yang tersisa.
Harapannya Pemerintah Desa, semoga adanya ternak sapi yang di kelola oleh BUMDes harus benar-benar bisa di kembangkan dengan baik, terutama manajemennya, tertata pemeliharaannya. Karena dari sektor itu desa juga membutuhkan pengembangan BUMDes sehingga nantinya hasil dari BUMDes akan masuk dalam PAD Desa. karena dengan adanya ternak sapi bisa membantu menambah pemasukan perekonomian warga masyarakat sekitar”, pungkasnya.
Reporter: Jum















