Menolak alasan klasik “keterbatasan anggaran” untuk sektor pendidikan usia dini.
“Desa sudah jujur soal keterbatasan mereka. Di sinilah peran kabupaten harus nyata. Jangan sampai pendidikan anak usia dini selalu jadi korban yang dipinggirkan,” tambahnya.
Menanti Bukti, Bukan Sekadar Janji, Hingga saat ini, pihak sekolah melalui Kepala PAUD, Ari Susanti, mengaku masih menunggu langkah konkret pemerintah. Meski bantuan alat permainan edukatif sempat turun, namun urusan “atap dan dinding” yang hampir roboh belum tersentuh solusi.
Pengamat pendidikan setempat menilai fenomena ini adalah “alarm keras” bagi Pemerintah Kabupaten Jombang. Jika PAUD yang berada di Desa Kedungombo, Kecamatan Ploso, dibiarkan, dikhawatirkan hal ini akan menjadi preseden buruk bagi puluhan PAUD lainnya di wilayah terpencil.
Kini, bola panas ada di tangan Pemerintah Kabupaten Jombang. Apakah mereka akan bergerak cepat merenovasi gedung sebelum musibah terjadi, ataukah suara lantang dari DPRD ini hanya akan menguap menjadi wacana belaka?
Di balik dinding-dinding rapuh itu, ada harapan dari 31 pasang mata bocah yang bermimpi bisa belajar tanpa rasa takut tertimpa atap sekolah mereka sendiri.
Reporter: Adi















