Ironis..!!! Jalan Tak Bisa Dilalui Ambulance, Jenazah Warga di Bojonegoro Ditandu Sejauh 3 kilometer

  • Bagikan

Bojonegoro – Ironis, karena tak bisa di lalui kendaraan, warga yang meninggal dunia terpaksa di tandu sampai ke rumah duka dengan menyusuri jalan 3kilo meter yang becek dan berlumpur di malam hari tanpa adanya penerangan. Peristiwa pilu itu di alami warga Dusun Kaligede, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pada Rabu (04/02/2026) malam.

Keluhan warga bercampur kecewa semakin menjadi usai beredar sebuah video yang memperlihatkan jenazah warga ditandu secara manual oleh keluarga dan warga sekitar. Dalam video tersebut, terlihat rombongan harus berjalan di jalan berlumpur dan licin karena ambulans tidak mampu melintas.

Dalam rekaman video yang beredar, perekam video terdengar mengungkapkan keprihatinannya dengan logat Jawa. Ia menggambarkan beratnya kondisi warga Kaligede yang harus menghadapi situasi tersebut, terutama di tengah malam yang tanpa penerangan.

Saat dikonfirmasi awak media ini salah satu warga yang enggan disebut namanya menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam (4/1/2026).

“Jalan tidak bisa dimasuki mobil, motor saja kesulitan karena jalannya licin beralaskan tanah,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan bahwa warga yang ditandu sudah dalam kondisi meninggal dunia untuk dibawa kerumah duka.

“Pulang dari rumah sakit, ambulans hanya bisa sampai dekat Masjid Samin. Dari situ sampai rumah, jenazah harus ditandu lebih dari tiga kilometer,” terangnya.

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak parah dan berlumpur ditambah belum ada perbaikan sama sekali membuat kendaraan roda empat tidak mungkin melintas, terutama saat malam hari dan setelah hujan.

Sementara itu, Kepala Desa Meduri membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia menyampaikan bahwa lokasi kejadian berada di wilayah Dusun Kaligede yang selama ini memang menjadi titik rawan akibat kerusakan infrastruktur jalan.

“Benar, itu warga Kaligede, lokasinya memang yang kemarin sempat viral,” terangnya singkat Kamis (5/2/2026).

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki akses jalan tersebut. Mereka menilai, kondisi jalan tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi dan sosial, tetapi juga menyangkut aspek kemanusiaan, terutama dalam kondisi darurat seperti sakit maupun kematian. (Red/Yt).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan