Bangkalan || MMCMadura, Kasus asusila yang diduga dilakukan oleh oknum guru salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Blega pada muridnya sampai saat ini belum terungkap.
Masyarakat setempat mulai bertanya-tanya tentang kemajuan penyelidikan kasus tersebut.
Dikatakan Abdullah warga setempat, kasus asusila yang terjadi Di salah satu SMP di Blega belum ada informasi resmi dari pihak berwajib tentang kemajuan penyelidikan kasus itu.
Dirinya merasa kecewa dan khawatir karena kasus tersebut belum terungkap. “Kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang bertanggung jawab atas kasus tersebut,” kata Abdullah.
Abdullah berharap, Pihak berwajib untuk segera mengungkapkan kemajuan penyelidikan kasus tersebut dan memberikan kejelasan kepada masyarakat. “Pintanya penuh harap.
Terpisah Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono melalui Kasat Reskrim, AKP, Hafid Dian Maulidi menjelaskan, belum terungkapnya kasus asusila itu dikarenakan korban mengalami trauma.
“Yang menjadi kendala bagi kami, korban hingga saat ini masih belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut dikarenakan pada saat dimintai keterangan atau berita Acara perkara (BAP) Korban mengalami sakit (TRAUMA) dan meminta pulang.” Jelasnya Pada media ini diruangan kerjanya pada Jum’at (21/03/25).
Menurut kasat Reskrim Polres Bangkalan yang akrab disapa Hafid, Pihaknya sudah melakukan penyedikan terhadap terlapor.
“penyidik sudah memanggil serta melakukan pemeriksaan terhadap terlapor, namun demikian, kami masih menunggu hasil visum dan juga hasil Forensik yang dari Rumah Sakit Bhayangkara.” Imbuhnya.
Tidak hanya itu saja, penyidik juga sudah meminta keterangan dari beberapa saksi guna untuk melengkapi perkara tersebut agar secepatnya bisa mengungkap siapa pelaku yang sebenarnya.
“Bila Nanti sudah dilakukan gelar perkara dan ada bukti-bukti yang kuat serta mengacu pada kasus tersebut, maka kami akan tetapkan sebagai tersangka dan kasus tersebut akan dilimpahkan ke pengadilan negeri Bangkalan,” Tutupnya.
Sementara itu, informasi terkait terduga pelaku sudah dibebas tugaskan untuk tidak mengajar disekolah tersebut.
Hal itu dibenarkan oleh kepala sekolah tempat terlapor mengajar, pihak sekolah sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan dengan mengambil kebijakan untuk memberhentikan sementara oknum guru tersebut demi proses belajar mengajar biar tidak terganggu.
” Kami sudah Bebas tugaskan guru tersebut dari mengajar (sementara). Jika sudah tidak ada masalah insya Allah aktif kembali, Mengajar itu perlu jasmani dan psikologi yang sehat. Jika bermasalah dimungkinkan berdampak pada proses dan hasil pembelajaran. Kami konsultasikan dengan Disdik, dan kebijakan itu dibuat sekolah demi pertimbangan proses pembelajaran biar tidak terganggu. Kasihan siswa kalau terganggu.” Jelasnya saat dikonfirmasi















