Luka Batin Suami Siri di Jombang Berujung Pembunuhan Tragis, “Motif” Kerap Diejek dan Diusir Istri”

  • Bagikan
Oplus_131072

MMCNEWS.ID | Sebuah kisah kelam dan getir mewarnai penangkapan pelaku pembunuhan terhadap Tri Retno Jumilah, warga Mancilan, Mojoagung, Jombang.

Kasus ini bukan sekadar catatan kriminal biasa, melainkan cerminan dari tekanan emosional yang terakumulasi, yang kemudian memuncak menjadi tragedi.

​Purnomo (45), sang pelaku yang tak lain adalah suami siri korban, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah berhasil dibekuk Polisi.

Di balik tindak keji itu, Purnomo mengungkap satu motif yang terasa begitu personal dan mendalam, sakit hati yang tak tertahankan. ​Ejekan dan Pengusiran, Pemicu Ledakan Emosi.

​Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jombang, AKP Dimas Robin, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan mengarah pada pola perlakuan korban terhadap pelaku yang dinilai merendahkan.

Purnomo, dalam keterangannya, mengaku kerap menjadi sasaran perlakuan yang tidak menyenangkan dari sang istri.

​“Motifnya tunggal, yakni sakit hati. Pelaku mengakui bahwa ia sering diejek, dihina, dan bahkan diusir dari rumah oleh korban,” ujar AKP Dimas kepada wartawan MMCNEWS.ID, Sabtu (22/11/2025).

​Pengakuan ini memberikan gambaran tentang dinamika hubungan domestik yang toksik. Rasa sakit hati yang terus-menerus tergerus oleh ejekan dan penolakan, menciptakan akumulasi tekanan emosional.

Pada akhirnya, tekanan inilah yang meledak dalam sebuah momen kekhilafan, mendorong Purnomo melakukan aksi pembunuhan secara spontan.

​“Karena emosi dan sakit hati yang memuncak itulah yang kemudian menjadi pemicu utama peristiwa pembunuhan tragis tersebut,” tambahnya,

menegaskan bahwa aksi pelaku tidak terencana, melainkan didorong oleh luapan emosi saat itu juga.

​​Setelah menghabisi nyawa istrinya, Purnomo mengambil keputusan untuk melarikan diri sejauh mungkin dari lokasi kejadian.

​Pilihan destinasi pelarian ini pun memiliki latar belakang yang menarik. Kepada penyidik, Purnomo, suami siri menjelaskan bahwa ia memilih Lampung Tengah karena memiliki memori dan sedikit familiar dengan wilayah tersebut.

Sekitar sepuluh tahun silam, Purnomo pernah bekerja di sebuah tempat vulkanisir ban di daerah tersebut.

​“Alasan pelaku kabur ke Lampung karena pernah bekerja di daerah Lampung Tengah. Jadi, wilayah itu dirasanya cukup familiar sebagai tempat untuk bersembunyi,” jelas AKP Dimas.

​Namun, sejauh apa pun pelarian, tangan hukum akhirnya berhasil menjangkau Purnomo. Ia kini telah diamankan oleh Polres Jombang dan harus menghadapi proses hukum lanjutan atas perbuatannya.

​Kasus ini menjadi pengingat yang menyedihkan tentang bahaya luka batin yang terabaikan dalam sebuah hubungan, di mana kata-kata dan perlakuan buruk dapat menjadi pemicu tragedi yang menghancurkan.

Reporter: Adi

  • Bagikan