Mampir ke Angkringan Agnes Sumobito: Tempatnya Estetik, Penjualnya Cantik, Bikin Kaum Adam Ogah Pulang!

  • Bagikan
Foto: Agnes pemilik angkringan di Dusun Sedamar, Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito, Jombang.

MMCNEWS.ID | Berawal dari sekadar hobi nongkrong dan berburu kopi, Agnes (33), seorang perempuan kreatif asal Dusun Sedamar, Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito, Jombang, sukses menyulap kegemarannya menjadi ladang bisnis yang menggiurkan.

Kini, usaha angkringan unik yang dikelolanya di kawasan Sumobito tidak pernah sepi pengunjung dan selalu ramai dipadati warga setiap malam.

Sebelum menemukan formula suksesnya, Agnes mengaku sempat berjualan sayuran di depan rumahnya selama enam bulan. Merasa usahanya jalan di tempat dan tidak berkembang, ia mulai memutar otak mencari ide bisnis lain yang lebih menjanjikan.

“Akhirnya saya mikir, kok jualan sayur gini-gini saja ya? Kebetulan saya kan suka ngafe sama teman-teman. Terus kepikiran, apa buka angkringan saja ya enaknya? Terus teman-teman mendukung, katanya bagus. Ya sudah, akhirnya nekat buka angkringan, itu pun persiapannya dadakan,” ujar Agnes, kepada mmcnews.id, Selasa (9/6) malam.

 

Keputusan nekat tersebut rupanya berbuah manis. Meski baru seumur jagung—berjalan sekitar 4 bulan—bisnis angkringan milik Agnes berkembang sangat pesat. Dalam satu malam saja, ia mampu meraup omzet hingga Rp500.000.

Angkringan milik Agnes bukan sekadar tempat makan pinggir jalan biasa. Ia menawarkan konsep unik yang membedakannya dari angkringan pada umumnya. Untuk menciptakan suasana santai yang menenangkan hati dan pikiran, Agnes menghiasi deretan meja dan kursi pengunjung dengan temaram lampu lilin yang estetik.

Untuk menu kuliner, Agnes menyajikan beragam pilihan yang siap memanjakan lidah, di antaranya:

Aneka Bakaran (Sate-satean),
nasi kucing khas Angkringan, ada
Mie, dan berbagai macam cemilan ringan, dan kopi, es andalan sebagai teman nongkrong.

Bagi anda yang tertarik berkunjung, Agnes biasanya mulai bersiap sejak pukul 17.00 WIB. Namun, karena saat ini masih mengelolanya sendiri tanpa karyawan, jam operasionalnya cukup fleksibel.

“Saat ini bukanya mulai jam 7 malam sampai jam 2 malam, tergantung situasi dan ramainya pengunjung,” tambahnya.

Kombinasi tempat yang estetik dan keramahan Agnes sukses memikat hati para pelanggan setianya. Salah satunya adalah Tiyan (35), warga Mancilan, yang mengaku hampir setiap hari menghabiskan waktu malamnya di tempat ini.

Menurut Tiyan, angkringan ini adalah tempat terbaik untuk refreshing setelah seharian lelah beraktivitas.

“Tempatnya enak banget dan bagus buat santai menenangkan pikiran. Apalagi penjualnya sangat ramah dan cantik. Saya hampir setiap hari ke sini karena suasananya pas buat santai. Pokoknya mantap!” Ungkap Tiyan.

Kisah Agnes di Sumobito ini menjadi bukti nyata bahwa peluang usaha yang menjanjikan bisa lahir dari sebuah hobi sederhana, asalkan dieksekusi dengan kreativitas dan pelayanan yang hangat.

Reporter: Adi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan