Bojonegoro – Pengerjaan jalan rigid beton di Desa Kepoh, Kecamatan Kepohbaru, Bojonegoro, Jawa Timur, menuai sorotan karena tidak membongkar paving yang ada di badan jalan.
Warga setempat mempertanyakan kualitas pengerjaan yang tidak membongkar paving, hanya menutupnya dengan base course.
Kondisi kontruksi pengerjaan itu menimbulkan tanda tanya. Warga mempertanyakan apakah dengan kontruksi seperti itu sudah benar?. “ya pak itu memang jalan paving terus digelari biscose,” ujar warga saat ditanya awak media ini di lokasi pembangunan.
Ketua TPK jalan rigid beton, Tasmat, mengaku tidak tahu menahu tentang proyek ini dan menyarankan untuk bertanya langsung ke Kepala Desa Kepoh.
“Tanya saja langsung ke Pak Kades. Saya tidak tahu apa apa,” jawab Tasmat mengaskan pada Selasa, (2/2/2026). Jawaban Tasmat menjadi tanda tanya. Mengapa Ketua TPK tidak tahu terkait pengerjaan pembangunan jalan rigid beton tersebut.
Sementara itu secara terpisah, Kepala Desa Kepoh, Muslikun, menjelaskan bahwa keputusan tidak membongkar paving untuk menghemat dana agar dapat memperpanjang jalan. Jalan yang dibangun memiliki lebar 4 meter dan panjang 1964 meter.
Saat ditanya berapa panjang dan lebarnya jalan “kalau gak kliru lebar 4 meter panjang 1964 meter. Sedangkan Anggaran Tahun 2025 sekitar 4 Milliar lebih,” ungkapnya melalui saluran chat WhatsApp pada Rabu, (3//2/2026).
Perlu diketahui, Proyek ini menggunakan Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) senilai Rp4 miliar. Selain itu, pekerjaan baru di laksanakan beberapa persen meski sudah memasuki bulan Februari 2026. Nampak hamparan Base Course di atas paving yang tidak di kupas (subgrade) terlihat tipis.















