MADIUN — Komitmen Pemerintah Kabupaten Madiun untuk hadir langsung di tengah masyarakat perdesaan kembali diwujudkan melalui Bhakti Harmoni Bersahaja (Bahana Bersahaja). Memasuki pelaksanaan ke-9, program tersebut menyapa masyarakat Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, selama dua hari, Rabu–Kamis (13–14/10/2026).
Hari kedua Bahana Bersahaja diawali dengan apel pagi yang dipimpin langsung Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, M.H., Sekda Sigit Budiarto, S.Sos., M.Si., unsur Forkopimda, anggota DPRD, staf ahli Bupati, asisten Sekda, pimpinan OPD, direktur RSUD, BUMD, Bank Jatim, Kantor Kemenag hingga para camat.
Usai apel, jajaran Pemkab Madiun tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Bupati, Wakil Bupati, Sekda bersama rombongan langsung turun ke lapangan mengikuti berbagai kegiatan pelayanan dan kerja bakti bersama masyarakat.
Di antaranya peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui pekerjaan rabat lantai serta pembangunan drainase di ruas jalan Krokeh–Batas Kota, Desa Sidomulyo.

Rombongan kemudian melakukan monitoring dan evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Sidomulyo.
Kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti pemasangan genteng pada RTLH milik Bu Minah, pemasangan paving melalui swadaya masyarakat, serta kunjungan ke RTLH yang mendapat dukungan CSR Nurul Hidayah di rumah Pak Wandi.
Bahana Bersahaja juga membuka ruang penguatan ekonomi dan pelayanan dasar masyarakat. Bupati dan rombongan mengunjungi kegiatan pelatihan UMKM Bersahaja serta pembinaan relawan pemadam kebakaran.
Di bidang pelayanan masyarakat, Pemkab Madiun menghadirkan pelayanan kesehatan dan khitan gratis, pelayanan umum terpadu, hingga pelayanan administrasi seperti dokumen kependudukan, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan sertifikat halal.
Rangkaian pelayanan tersebut menjadi gambaran pendekatan Bahana Bersahaja yang tidak hanya berorientasi pada satu sektor, tetapi mengintegrasikan berbagai kebutuhan masyarakat desa dalam satu momentum pelayanan.
Ditemui awak media seusai kegiatan, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto mengakui antusiasme masyarakat Sidomulyo terhadap pelaksanaan Bahana Bersahaja sangat luar biasa.
Menurutnya, tingginya sambutan masyarakat merupakan bagian yang memang diharapkan pemerintah. Kehadiran Pemkab Madiun di desa, kata dia, bukan semata untuk memberikan pelayanan gratis, tetapi sekaligus menggali potensi desa agar dapat dikembangkan.
“Menurut saya hal seperti itu yang kita harapkan, karena kita hadir agar masyarakat bahagia dengan mendapatkan pelayanan secara gratis, sekaligus kita ingin menggali potensi Desa Sidomulyo untuk kita kembangkan,” ungkap Bupati.
Hari Wuryanto juga memberikan apresiasi terhadap penanganan stunting di Desa Sidomulyo yang dinilainya sangat baik.
Ia menyebut angka stunting di Sidomulyo berada pada 5,2, yang menurutnya turut mendukung capaian Kabupaten Madiun dan Jawa Timur.
“Saya juga mengapresiasi penanganan stunting di Sidomulyo yang sangat bagus, yakni masih di angka 5,2 berarti masih mensupport Kabupaten Madiun dan Jawa Timur. Jadi, kalau Jawa Timur masih di angka 14, kita kan 5,2 berarti kan selisihnya cukup banyak,” ujar Bupati.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu indikator penting bahwa kolaborasi pemerintah dan masyarakat di tingkat desa terus bergerak.
“Sekali lagi, kami terima kasih, karena pemerintah hadir untuk membantu menyejahterakan rakyatnya,” ungkapnya.
Bahana Bersahaja ke-9 di Sidomulyo pun tidak sekadar menjadi agenda kunjungan pemerintahan. Dari perbaikan RTLH, drainase dan fasilitas lingkungan, penguatan UMKM, pembinaan relawan, pemantauan MBG, hingga layanan kesehatan, administrasi kependudukan, NIB dan sertifikat halal, pemerintah membawa berbagai layanan lebih dekat ke masyarakat.
Dari apel ke lapangan, dari kantor ke desa, Bahana Bersahaja menjadi ruang bagi Pemkab Madiun untuk hadir, bekerja bersama warga, sekaligus membuka jalan bagi potensi desa untuk terus tumbuh.(PGH)














