MADIUN | MMC — Kelurahan Nglames, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun, memperkuat peran PKK dan Dasa Wisma melalui pembinaan administrasi serta peningkatan sumber daya manusia (SDM). Langkah ini diarahkan agar data masyarakat lebih tertib, program pemberdayaan lebih terukur, dan pelaksanaannya menjangkau lingkungan secara nyata.
Kegiatan Pembinaan Administrasi PKK dan Dasa Wisma berlangsung di Ruang Panti PKK Kelurahan Nglames, Kamis (24/9/2026), dengan melibatkan TP PKK Kecamatan Madiun, Pokja I hingga IV, serta unsur Dasa Wisma dan RT.
Lurah Nglames, Cipto Wiyono, SE, mengatakan pembinaan menjadi bagian dari pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sekaligus upaya meningkatkan kapasitas masyarakat.
“Programnya ada 10 Program Pokok PKK yang dibagi oleh Pokja I sampai Pokja IV sesuai bidang masing-masing. Kami mengadakan pembinaan administrasi untuk meningkatkan sumber daya manusia masyarakat Kelurahan Nglames,” ujar Cipto.
Menurutnya, penguatan SDM penting karena Nglames juga menjadi wilayah pelaksanaan sejumlah program pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih dan MBG.
“Pembangunan ada dua, yaitu pembangunan fisik dan pembangunan sumber daya manusia melalui pemberdayaan masyarakat. Di dalamnya terdapat program-program pemberdayaan melalui Pokja,” jelasnya.
Ketua TP PKK Kecamatan Madiun menegaskan administrasi dan data yang valid merupakan bagian penting dalam menjalankan program pemberdayaan.

“Administrasi PKK maupun Dasa Wisma harus tertib sesuai regulasi. Data di kelurahan harus valid karena kita bekerja berdasarkan data. Pemerintah desa, kelurahan maupun pusat tidak bisa bekerja tanpa data yang benar,” ujarnya.
Pembinaan juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pengurus agar mampu menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing.
“Kalau pembangunan fisik sudah berjalan, perlu didukung SDM yang baik. Pemberdayaan manusia itu penting,” jelasnya.
Ia menilai pengurus PKK dan Dasa Wisma memiliki posisi strategis karena bekerja langsung di lingkungan masyarakat.
“Ibu-ibu yang hadir merupakan orang-orang yang dipercaya masyarakat untuk mengelola lingkungan melalui Pokja dan Dasa Wisma. Karena itu, ibu-ibu menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kelurahan Nglames,” imbuhnya.
Ketua TP PKK Kelurahan Nglames, Patmi Rawati, mengakui penataan data masih menjadi pekerjaan yang perlu diperkuat. Menurutnya, diperlukan pemahaman yang sama mengenai sumber data dan sistem administrasi PKK.
“Di Kelurahan Nglames, data masih perlu ditata. Saya masih mempertanyakan sumber data yang valid, apakah dari Pokja, RT atau Dasa Wisma. Karena itu, kami membutuhkan narasumber yang memahami administrasi dan aplikasi SIMPKK maupun PKDes,” ujarnya.
Patmi juga menekankan pentingnya keterlibatan RT agar program kelurahan benar-benar tersampaikan kepada masyarakat.
“Program dan kegiatan kelurahan diharapkan bisa sampai kepada masyarakat. Nglames maju atau tidak juga bergantung pada kepedulian masyarakat. Kalau masyarakat peduli terhadap Nglames, Nglames akan berkembang,” tegasnya.
Ia mengajak pengurus PKK dan Dasa Wisma belajar bersama serta tidak ragu meminta penjelasan ketika menghadapi persoalan administrasi.
“Mari belajar bersama. Kalau belum bisa, silakan bertanya. Kalau ada persoalan administrasi, lebih baik kita tanyakan kepada ahlinya supaya mendapatkan penjelasan yang benar,” tambah Patmi.
Cipto menambahkan, penguatan SDM tersebut berjalan beriringan dengan sejumlah program pemerintah di Kelurahan Nglames, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar balita, ibu menyusui dan ibu hamil.
“Program tersebut diberikan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperbaiki gizi, serta mengurangi stunting,” jelasnya.
Kelurahan Nglames juga telah memiliki fasilitas MBG yang nantinya berjalan sesuai jadwal program.
Pembinaan administrasi PKK dan Dasa Wisma menjadi bagian dari upaya Nglames membangun masyarakat dari tingkat lingkungan.
Data ditata, SDM diperkuat, dan PKK didorong menjadi penggerak pemberdayaan masyarakat.(pgh)














