MMCNEWS.ID | Semarak budaya dan kekompakan warga mewarnai puncak tradisi tahunan Sedekah Desa di Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Sabtu (10/10/2026) sore.
Ratusan peserta dari tujuh dusun ambil bagian dalam pawai budaya yang berlangsung meriah, menghadirkan beragam ekspresi budaya sekaligus menjadi simbol kuatnya kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan leluhur.

Bukan sekadar karnaval untuk menghibur masyarakat, pawai budaya ini menjadi bagian penting dari upaya melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Di balik kemeriahannya, tersimpan nilai rasa syukur, penghormatan terhadap leluhur, serta harapan agar kehidupan masyarakat senantiasa diliputi kerukunan dan kesejahteraan.

Kepala Desa Sidowarek, H. Fatchurohman, yang akrab disapa Gus Fat, mengatakan pawai budaya tersebut merupakan penutup dari rangkaian kegiatan Sedekah Desa yang telah berlangsung sejak sepekan sebelumnya.
Sebelum karnaval digelar, masyarakat terlebih dahulu melaksanakan ziarah dan doa bersama di sejumlah dusun, termasuk di kawasan bersejarah Sumur Tua, Dusun Pandak.

“Sebelum acara pawai budaya ini, satu minggu yang lalu warga setempat telah menggelar ziarah dan doa bersama di tiap-tiap dusun, termasuk di kawasan sejarah Sumur Tua, Dusun Pandak,” terang Gus Fat kepada wartawan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan seluruh dusun di Desa Sidowarek. Sebanyak tujuh dusun mengirimkan perwakilan untuk memeriahkan barisan pawai.
Setiap dusun rata-rata menerjunkan dua kelompok peserta, sehingga kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan bagi warga untuk berpartisipasi dalam perayaan tradisi desa.

Pawai budaya dimulai dari Dusun Wonorejo dan berakhir di Dusun Gerdulaut. Sebelum peserta bergerak menyusuri rute yang telah ditentukan, kegiatan tersebut secara resmi dilepas oleh Camat Ngoro, didampingi jajaran Muspika Kecamatan Ngoro.
Kemeriahan pawai sekaligus memperlihatkan bagaimana tradisi lokal masih memiliki tempat penting di tengah kehidupan masyarakat.
Sedekah Desa tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk mempertemukan warga, memperkuat ikatan sosial, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap identitas budaya desa.
Gus Fat berharap, tradisi Sedekah Desa di Sidowarek dapat terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menurutnya, nilai utama kegiatan ini bukan hanya terletak pada kemeriahan acara, melainkan juga pada semangat kebersamaan yang tumbuh di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya semata, tetapi juga mempererat kerukunan, keguyuban, serta semangat gotong royong antarwarga.
Semoga tradisi luhur para pendahulu ini terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” pungkasnya.
Melalui pawai budaya Sedekah Desa, masyarakat Sidowarek menunjukkan bahwa menjaga tradisi bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan juga merawat kebersamaan untuk masa depan.
Di tengah perubahan zaman, warisan leluhur tetap hidup selama masyarakat terus menjaga, menjalankan, dan mewariskannya kepada generasi muda.
Reporter: Adi














