BOJONEGORO | MMCNEWS – Kekosongan satu kursi Fraksi PKB di DPRD Bojonegoro setelah ditinggalkan almarhumah Eny Soedarwati masih menyisakan teka-teki. Dua nama yang mencuat sebagai calon Pengganti Antar Waktu (PAW) adalah Nafik Sahal dan Usman.
Namun, peluang Nafik Sahal terhambat oleh rekam jejaknya yang sempat membelot dari partai saat Pilkada 2024. Kala itu, ia berniat maju melalui jalur independen tanpa mengindahkan arahan PKB. Kendati akhirnya gagal, catatan ini masih menjadi pertimbangan DPC PKB Bojonegoro, yang hingga kini belum mengambil keputusan dengan alasan masih dalam masa berkabung.
Robby Adi Perwira, Ketua KPU Bojonegoro menegaskan bahwa verifikasi tetap diperlukan, termasuk pemenuhan syarat administrasi keanggotaan. “Tergantung dari proses verifikasinya nanti,”balasnya lewat pesan WhatApp, Kamis(27/03/2025).
Di tengah ketidakpastian ini, nama Usman yang berada di nomor urut empat mulai diperhitungkan. Dikenal sebagai sosok yang ramah dan rendah hati, Usman memiliki kedekatan dengan berbagai kalangan di masyarakat. Sikapnya yang santun dan tidak banyak bicara membuatnya dihormati, baik di internal partai maupun di lingkup komunitasnya.
Ditanya lewat pesan WhatsApp, Usman enggan berandai-andai dan memilih menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada partai.
“Saya ini hanya kader, apapun yang menjadi keputusan partai, saya siap,” ujarnya singkat. Kamis (27/03/2025).
Meski demikian, dukungan terhadap Usman mulai bermunculan, terutama dari para kader yang menginginkan figur dengan integritas dan loyalitas tinggi terhadap PKB. Kini, keputusan ada di tangan DPC PKB Bojonegoro untuk menentukan siapa yang akan mengisi kursi DPRD yang kosong. Fauzan Fu’adi ketua Plt DPC PKB Bojonegoro ketika dihubungi lewat pesan WhatsApp belum bersedia menjawab.
Waktu akan menjawab, apakah partai tetap mengacu pada perolehan suara atau mempertimbangkan aspek loyalitas dalam menentukan PAW kali ini. (Epj)














