Warna-Warni Toleransi di Jombang, Ribuan Warga Tumpah Ruah Rayakan ‘Riyaya’ Unduh-Unduh Mojowarno 2026

  • Bagikan

MMCNEWS.ID | Desa Mojowarno mendadak berubah menjadi lautan manusia pada Minggu (10/5/2026) pagi. Bukan sekadar pawai biasa, ribuan warga berkumpul untuk merayakan Riyaya Unduh-Unduh, sebuah tradisi ikonik yang menyatukan rasa syukur atas hasil bumi dengan hangatnya toleransi antarumat beragama di Kabupaten Jombang.

Berpusat di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno—salah satu gereja tertua di Indonesia—tradisi yang eksis sejak tahun 1930 ini kembali membuktikan bahwa perbedaan keyakinan justru menjadi perekat sosial yang kuat.

Sejak fajar menyingsing, pemandangan unik menghiasi jalanan desa. Kendaraan-kendaraan hias yang membawa gunungan padi, buah-buahan segar, umbi-umbian, hingga ternak diarak berkeliling desa. Setiap blok berlomba menampilkan kreativitas terbaiknya dalam menghias “persembahan” hasil panen mereka.

Namun, daya tarik utama acara ini bukan hanya pada arak-arakannya, melainkan pada lelang terbuka. Hasil bumi yang telah didoakan kemudian dilelang kepada masyarakat.

“Mulai masa tanam sampai panen, semua kami syukuri sebagai berkat Tuhan,” ungkap Rudi Prasetyo Adi, Ketua Panitia Riyaya Unduh-Unduh 2026.

Menariknya, dana yang terkumpul dari lelang ini tidak hanya untuk operasional gereja, tetapi juga dialokasikan untuk kegiatan sosial bagi warga kurang mampu tanpa memandang latar belakang agama.

Tahun ini, tercatat sekitar 2.900 warga dari lima blok turut serta. Unduh-Unduh 2026 bukan hanya milik umat Kristiani. Kemeriahan sudah terasa sejak malam sebelumnya melalui Malam Gebyar Seni Budaya.

Panggung seni tersebut menjadi saksi bisu keharmonisan Jombang, di mana komunitas dari NU, Muhammadiyah, hingga perwakilan umat Hindu, Buddha, dan Khonghucu tampil bersama.

“Semua bisa bersukacita bersama tanpa memandang perbedaan agama,” tambah Rudi menekankan pesan perdamaian dalam acara tersebut.

Kepopuleran Unduh-Unduh Mojowarno telah melintasi batas kota. Tin, warga asal Trowulan, Mojokerto, mengaku tak pernah absen selama lima tahun terakhir. “Suasananya luar biasa, ramai dan sangat meriah. Ini sudah jadi agenda wajib saya tiap tahun,” ujarnya antusias.

Puncak acara tahun ini juga semakin prestisius dengan kehadiran tokoh-tokoh penting, antara lain: Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Menteri Sosial RI, Salmanuddin – Wakil Bupati Jombang.

Perayaan syukur ini dijadwalkan akan ditutup dengan megah pada malam hari. Warga akan dihibur oleh pertunjukan Wayang Kulit yang dipadukan dengan aksi jenaka dari komedian kondang, Cak Percil.

Tradisi Unduh-Unduh Mojowarno bukan sekadar ritual panen; ia adalah potret nyata bagaimana budaya dan agama bisa berjalan beriringan, menciptakan harmoni yang menyedot perhatian dunia dari jantung Kabupaten Jombang.

Reporter: Adi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan