Adanya BKKD untuk Jalan, Warga dan Kades Banjarejo Apresiasi Pemkab Bojonegoro

  • Bagikan

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Melalui Satuan Kerjanya Terus Berkomitmen Menata dan Membangun Insfrastruktur Melalui Program Bantuan Keuangan Khusus Desa. Dari 430 Desa yang Mendapat Bantuan, Salah Satunya adalah Desa Banjarejo, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro.

Warga Desa Banjarejo merasakan langsung dampak positif Bantuan Keuangan Khusus Desa/BKKD tahun 2025 dari Pemkab Bojonegoro.

Bantuan yang disalurkan Pemkab melalui APBD ini digunakan Pemdes Banjarejo untuk membangun infrastruktur dan menggerakkan ekonomi desa. Program ini jadi bukti nyata komitmen “Bojonegoro Bahagia, Makmur, Membanggakan”.

Kepala Desa Banjarejo menyampaikan, dana BKKD tahun ini diprioritaskan untuk kebutuhan mendasar warga yaitu dengan pembangunan jalan cor beton.

Pemkab Bojonegoro tahun 2025 mengalokasikan BKKD untuk 430 desa. Tujuannya mempercepat pembangunan dan mengurangi kesenjangan antar wilayah.

Kepala Desa Banjarejo Moch. Sahroni paparkan realisasi BKKD 2025. Dana Rp1,6 miliar dibagi 2 titik pembangunan jalan lebar 4 meter di Dusun ngampeng banjar dan Donglo.guyangan penggunaan Bantuan Keuangan Khusus Desa tahun 2025, sebesar Rp1,6 miliar itu difokuskan untuk pembangunan infrastruktur jalan desa.

Hal itu disampaikan Kades Sahroni saat dikonfirmasi di Balai Desa Banjarejo, Sumberrejo, Bojonegoro, Jawa Timur. Pada Selasa (07/07/2026).

Menurut Kades, dana BKKD 2026 di Desa Banjarejo terbagi menjadi 2 titik pembangunan.

“Titik pertama di Dusun gampeng,Banjar panjang 700 meter. Titik kedua di Dusun Donglo panjang 100 meter. Totalnya 800 meter dengan lebar 4 meter,” jelas Sahroni.

Pembangunan jalan tersebut menggunakan konstruksi cor beton. Tujuannya untuk mempermudah akses warga dan memperlancar distribusi hasil pertanian.

“Selama ini jalan di Donglo dan Banjar kondisinya rusak. Kalau musim hujan becek, kalau kemarau berdebu. Dengan lebar 4 meter ini, mobil dan kombi bisa papasan,” tambahnya.

Selain BKKD, Kades Sahroni juga menyebut ada program Pemkab Bojonegoro melalui PU Cipta Karya yang berjalan di Banjarejo.

“Ada 4 titik Toren Air Bersih yang aktif dan sudah berjalan,” ungkapnya.

Dari aspirasi warga, Kades juga mengusulkan tambahan pembangunan toren air bersih. “Kebutuhan air bersih di beberapa RT masih kurang saat kemarau. Kami berharap ada bantuan toren air bersih tambahan dari Pemkab,” pintanya.

Kades Sahroni berharap Pemkab Bojonegoro bisa mengucurkan bantuan Jalan Usaha Tani untuk Desa Banjarejo.

“Harapan kami ada JUT. Linggo,donglo Karena 70% warga Banjarejo petani. Kalau ada JUT sampai ke sawah, biaya angkut pupuk dan gabah bisa lebih murah. Ini sangat membantu perekonomian warga,” pungkasnya.

Sementara itu sebelunya, Warga Desa Banjarejo berharap program serupa terus berlanjut.

“Saya mewakili warga Banjarejo matur nuwun sanget kepada Bapak Bupati Setyo Wahono dan Pemkab Bojonegoro. Dulu kalau panen jalan rusak, sekarang enak. Anak-anak sekolah juga jalannya sudah paving, tidak becek lagi,” kata Sumiati.

Ia beralasan dengan adanya program BKK Desa dampaknya luar biasa. Jalan yang dulunya susah di lewati, lanuytnya, sekarang mulus dan bisa nyambung ke desa tetangga lebih mudah.
“Mugi-mugi Pemkab terus ngelingi desa. Dana kecil tapi kalau tepat guna, dampaknya besar untuk kami,” pungkas Sumiati.

Hal senada disampaikan Sumadi, dampak pembangunan jalan cor dari BKKD sangat positif dirasakan warga Desa Banjarejo khususnya dan warga sekitar.

“BKKD ini manfaatnya langsung. Sawah saya di ujung, dulu angkut pupuk susah. Sekarang pakai motor bisa. Terima kasih Pemkab, semoga tahun depan ada lagi,” ucapnya.

Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono sebelumnya menegaskan, BKKD adalah wujud pemerataan pembangunan sampai ke desa.

“BKKD kita arahkan untuk hal yang langsung dirasakan warga: infrastruktur, air bersih, dan ekonomi. Jangan untuk yang seremonial. Saya minta kades transparan dan tepat sasaran,” tegas Bupati.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan