Baru Selesai Dikerjakan Sudah Banyak Retak dan Rompal, Proyek Irigasi di Kwaron Jombang Dipertanyakan

  • Bagikan
Foto: kondisi bangunan irigasi di Dusun Nglerep, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, terlihat banyak retakan dan rompal pada bagian topi cor semen (dok/mmc)

MMCNEWS.ID | Pembangunan saluran irigasi di Dusun Nglerep, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, menuai sorotan. Proyek yang berada di samping makam desa, berbatasan dengan Desa Keras, tersebut diduga memiliki kualitas pekerjaan yang patut dievaluasi setelah ditemukan sejumlah kerusakan pada bagian bangunan.

Pantauan mmcnews.id di lokasi pada Kamis (15/10/2026) siang, menunjukkan adanya kerusakan fisik pada beberapa bagian saluran irigasi. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas hasil pekerjaan, terutama terkait kesesuaian konstruksi dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.

Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah pelindung atau topi cor semen di atas dinding pasangan batu. Pada bagian tersebut terlihat retakan, sementara sejumlah sudut dan bibir cor tampak pecah serta rompal di beberapa titik.

 

Kerusakan itu menimbulkan kekhawatiran mengenai daya tahan bangunan dalam jangka panjang. Terlebih, apabila kerusakan tersebut terjadi tidak lama setelah pekerjaan selesai, kondisi itu perlu ditelusuri melalui pemeriksaan teknis untuk memastikan penyebabnya.

“Proyek ini terkesan dipaksakan dan dikerjakan asal-asalan. Baru selesai dikerjakan sudah retak-retak dan rompal,” ungkap salah seorang warga setempat.

 

Menyikapi proyek tersebut, pemerhati yang enggan disebutkan namanya mengatakan, penyebab pasti kerusakan tersebut belum dapat dipastikan.

“Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap material yang digunakan, metode pelaksanaan konstruksi, serta kesesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi teknis dalam dokumen proyek”, ujar pemerhati

Selain persoalan kondisi fisik bangunan, proyek saluran irigasi tersebut juga menjadi sorotan karena tidak ditemukan papan informasi proyek maupun prasasti di lokasi pengerjaan.

Ketiadaan informasi tersebut membuat masyarakat kesulitan mengetahui detail kegiatan, mulai dari nilai anggaran, sumber pendanaan, pihak pelaksana, hingga jangka waktu pelaksanaan pekerjaan.

Padahal, keterbukaan informasi merupakan salah satu aspek penting dalam pelaksanaan pembangunan yang menggunakan anggaran publik. Informasi yang jelas dan mudah diakses diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui sekaligus turut mengawasi jalannya pembangunan.

 

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai transparansi pelaksanaan proyek di Dusun Nglerep. Masyarakat berharap pihak terkait memberikan penjelasan terbuka mengenai identitas kegiatan dan penggunaan anggaran yang mendanai pembangunan tersebut.

Temuan kerusakan fisik serta tidak ditemukannya papan informasi proyek dan prasasti mendorong masyarakat meminta dinas terkait dan pihak pengawas untuk turun langsung ke lapangan.

Pemeriksaan diperlukan guna mengevaluasi kualitas hasil pekerjaan sekaligus memastikan apakah konstruksi telah memenuhi ketentuan teknis yang berlaku.

 

Apabila ditemukan ketidaksesuaian, pihak terkait diharapkan menindaklanjutinya sesuai ketentuan dan tanggung jawab masing-masing. Evaluasi juga diperlukan untuk memastikan saluran irigasi dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain itu, penelusuran terhadap pihak pelaksana, pengawas, serta penanggung jawab kegiatan dinilai penting untuk memperoleh gambaran utuh mengenai proses pembangunan tersebut.

Untuk memperoleh keterangan berimbang, mmcnews.id telah berupaya mengonfirmasi Kepala Desa Kwaron, Wiji Santoso, terkait pembangunan saluran irigasi tersebut.

 

Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada jawaban atau keterangan resmi yang diberikan oleh pihak kepala desa.

Belum adanya tanggapan tersebut membuat sejumlah pertanyaan mengenai pelaksanaan proyek masih belum terjawab. Meski demikian, hal itu tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran atau penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan.

Klarifikasi dari pemerintah desa maupun pihak-pihak terkait tetap diperlukan untuk menjelaskan sumber anggaran, pelaksana pekerjaan, proses pengawasan, serta penyebab kerusakan yang ditemukan di lapangan.

Sebagai proyek yang menggunakan anggaran publik, pembangunan saluran irigasi semestinya tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik. Kualitas konstruksi, ketahanan bangunan, fungsi saluran, dan keterbukaan informasi juga harus menjadi perhatian utama.

Masyarakat kini menantikan langkah konkret dari pihak terkait untuk memeriksa kondisi bangunan dan memberikan penjelasan secara transparan, sehingga persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Reporter: Adi

  • Bagikan