MMCNEWS.ID | Bukan sekadar membangun jalan, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, membawa harapan baru bagi masyarakat pelosok. Jalan yang sebelumnya menjadi tantangan mobilitas kini dibangun dengan rabat beton, rumah tak layak huni diperbaiki, dan fasilitas sanitasi ditambah demi kehidupan warga yang lebih sehat dan sejahtera.
Komitmen pemerataan pembangunan itu terlihat saat Bupati Jombang Warsubi bersama Wakil Bupati Salmanudin, Ketua DPRD Hadi Atmaji, Dandim 0814 Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo, Sekdakab Agus Purnomo, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kepala perangkat daerah meninjau langsung lokasi program TMMD di Desa Pojok Klitih dan Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan, Kamis (8/10/2026).
Rombongan bahkan menerabas medan terjal menggunakan motor trail untuk menjangkau kawasan pelosok di utara Brantas. Kehadiran mereka menjadi penegas bahwa pembangunan tidak boleh berhenti di pusat kota, tetapi harus menjangkau desa-desa yang membutuhkan perhatian lebih.
Salah satu sasaran utama program TMMD kali ini adalah pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.338,5 meter yang menghubungkan Dusun Cepit menuju Waturupit, Desa Pojok Klitih, hingga Desa Jipurapah.
Pembangunan jalan dengan anggaran Rp1.417.621.713 tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Bagi warga pedesaan, jalan bukan sekadar jalur penghubung antardusun dan desa. Infrastruktur yang memadai juga menjadi penunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari mengangkut hasil pertanian, mengakses layanan pendidikan dan kesehatan, hingga memperlancar distribusi barang.
Melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Jombang dan TNI, pembangunan infrastruktur ini diharapkan menjadi salah satu penggerak aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi tantangan aksesibilitas.
Tak hanya infrastruktur jalan, program TMMD juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat melalui perbaikan 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Perbaikan meliputi pembenahan lantai, dinding, hingga atap rumah agar warga dapat menempati hunian yang lebih aman dan nyaman.
Salah satu penerima manfaat adalah Kasuri, warga Dusun Waturupit. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selain perbaikan rumah, program ini juga mencakup pembangunan enam unit mandi, cuci, kakus (MCK) untuk mendukung kebersihan lingkungan dan meningkatkan kualitas sanitasi keluarga.
Total anggaran untuk program RTLH dan pembangunan MCK mencapai Rp392 juta, dengan rincian Rp350 juta untuk perbaikan 10 unit rumah dan Rp42 juta untuk enam unit MCK.
Dengan demikian, program TMMD di Plandaan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik berskala besar, tetapi juga menyasar kebutuhan mendasar masyarakat, mulai dari akses transportasi hingga kelayakan hunian dan sanitasi.
Di sela-sela peninjauan, Bupati Warsubi bersama jajaran Forkopimda menyempatkan diri duduk lesehan dan berbaur langsung dengan masyarakat tanpa sekat.
Suasana guyub rukun tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan rasa syukur sekaligus mengungkapkan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah dan TNI terhadap kebutuhan masyarakat di pelosok Plandaan.
Bagi warga, pembangunan jalan, perbaikan rumah, dan penyediaan MCK bukan sekadar deretan proyek. Hasil pembangunan itu diharapkan dapat dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk menunjang aktivitas ekonomi, kenyamanan tempat tinggal, serta kesehatan keluarga.
Bupati Warsubi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam membuka akses dan memperluas kesempatan masyarakat untuk berkembang.
“Membangun jalan berarti membuka akses serta memberi lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk bergerak, bekerja, dan berkembang. Insyaallah manfaatnya dirasakan hingga pelosok wilayah. Bersama, kita wujudkan Jombang yang semakin maju dan sejahtera untuk semua,” ujar Warsubi.
Sinergi Pemkab dan TNI, Wujudkan Semangat Mbangun Deso, Noto Kutho
Pelaksanaan TMMD di Kecamatan Plandaan menjadi gambaran pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
Dukungan anggaran dari APBD Kabupaten Jombang yang dilaksanakan melalui program TMMD diharapkan mampu memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun desa.
Sejalan dengan semangat Mbangun Deso, Noto Kutho, pemerataan pembangunan menjadi pekerjaan bersama agar masyarakat di wilayah pelosok memperoleh kesempatan yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas hidup.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari panjang jalan yang dibeton, jumlah rumah yang diperbaiki, atau banyaknya fasilitas sanitasi yang dibangun. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut terletak pada manfaat yang dirasakan masyarakat.
Dari jalan yang semakin mudah dilalui hingga rumah yang lebih layak ditempati, TMMD di Plandaan membawa harapan agar masyarakat pelosok Jombang bisa melangkah menuju kehidupan yang lebih sehat, aman, dan sejahtera.
Reporter: Adi














