Kapolres Boven Digoel AKBP I Komang Budiartha : ” Situasi Bomakia Sudah Kondusif”

  • Bagikan
Inshot 20240121 211821227

Boven Digoel, Mmcnews – Beredarnya Vidio di media sosial, tentang kejadian di Polsek Bomakia pada akhir tahun lalu tanggal 29 Desember 2023 lalu. Pada video, jelas terlihat beberapa polisi dikejar oleh banyak warga kampung.

Kapolres Boven Digoel AKBP I Komang Budiartha, SIK Membenarkan kejadian penyerangan kantor dan anggota Polsek Bomakia yang terjadi Pada tanggal 29 Desember 2024 sekitar pukul 13.00 WIT yang beredar.

Kejadian tersebut menyebabkan kerusakan bangunan kantor Polsek dan mengakibatkan Kapolsek dan 2 anggotanya mengalami luka ringan dipukul oleh massa.

Kejadian berawal Pada hari Kamis tanggal 28 Januari 2024, sekitar pukul 21.00 Wit. Telah berlangsung acara goyang muda-mudi yang sebelumnya tidak meminta ijin atau pemberitahuan akan membuat acara goyang tersebut ke Polsek Bomakia. Kemudian saat acara berlangsung tiba-tiba terjadi keributan, sehingga terjadi perkelahian di acara tersebut.

Menurut informasi, bahwa yang mengakibatkan keributan adalah 4 orang yang dalam keadaan terpengaruh minuman keras (492). Setelah beberapa saat selesai keributan di temukan tidak jauh dari TKP ada seorang laki-laki sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Keesokan paginya sekitar pukul 07.00 Wit, massa mendatangi kantor Polsek untuk menuntut, agar ke 4 orang yang dituduh sebagai pembunuhan segera ditangkap dan diserahkan kepada keluarga korban yang akan mereka selesaikan secara adat dan budaya. Kemudian setelah mendapat penjelasan dari Kapolsek Bomakia, massa pun kembali membubarkan diri pulang kerumah duka.

Sekitar pukul 12.00 Wit, salah satu terduga keributan telah diamankan oleh anggota Polsek akan tetapi tidak lama kemudian, sekitar pukul 12.22 Wit massa kembali lagi ke kantor Polsek untuk memaksa agar 1 orang terduga segera diserahkan. Akan tetapi Kapolsek bersama anggota serta Tokoh Agama (Pendeta) dan Kepala Distrik Bomakia sudah menjelaskan, bahwa terduga belum ditemukan agar meredam emosi massa dan massa pun kembali pulang kerumah duka.

Pada pukul 13.00 Wit, mendapat informasi massa balik lagi ke kantor Polsek dengan emosi marah-marah memaksa agar Polisi segera menyerahkan salah satu terduga. Walaupun Kapolsek mencoba memberi penjelasan, tetapi massa tidak terima sehingga massa melakukan penyerangan terhadap kantor Polsek Bomakia dan menganiaya Kapolsek dan anggota Polsek yang mengakibatkan luka-luka ringan.

Pada saat itu Kapolsek dan anggota sempat menyelamatkan diri, menurut informasi salah satu terduga yg diamankan di kantor Polsek sempat juga melarikan diri lewat pintu belakang Polsek akibat penyerangan massa saat itu.

Sekitar 13.45, bantuan personel BKO Polres Boven Digoel berjumlah 18 personel tiba di Polsek dengan pesawat dengan bertahap sebanyak 3x Penerbangan dan langsung mengamankan situasi disekitar kantor Polsek Bomakia dan saat itu massa langsung membubarkan diri.

Penyerangan tersebut bukan hanya dilakukan pada kantor Polsek, bahkan penyerangan juga dilakukan pada rumah dari 4 orang terduga dan kantor Kampung serta Balai Kampung Bomakia tak luput dari amukan massa.

Kejadian keributan ini disebabkan oleh 4 orang yg terpengaruh minuman keras (492), berasal dari Kampung Bomakia 1, sedangkan tempat keributan TKP ada di kampung Somi bersebelahan dengan Kampung Bomakia 1.

Kapolres menegaskan bahwa kasus tersebut sudah dilakukan penegakan hukum terhadap kedua belah pihak dan dimediasi untuk bersepakat damai di Polres Boven Digoel.

“Mari jaga keamanan dan ketertiban, serahkan kepada pihak yang berwajib jangan main hakim sendiri,” tegasnya.

Ia juga berharap menjelang Pemilu dirinya meminta untuk bersama-sama menyukseskan dengan aman damai.

“Hindari hal yang bersifat provokasi, penyebaran hoaks dan saling menjatuhkan. Mari hidup berdampingan penuh kedamaian di tanah Papua ini,” tutupnya. (Linthon)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan