PJU Mati Plus Sopir Ngantuk, Pikap Muat Kayu Asal Jogja Terjun Bebas ke Sungai Tejo Jombang!

  • Bagikan
Kondisi mobil pikap yang terjun ke sungai pinggir jalan nasional di Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.

MMCNEWS.ID | Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di jalur nasional Surabaya–Jombang, tepatnya di Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang pada Kamis (4/6/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Satu unit mobil pikap bermuatan kayu terjun bebas ke dalam sungai yang berada di tepi jalan akibat sopir diduga mengantuk ditambah kondisi jalan yang gelap gulita.

Meskipun kendaraan mengalami kerusakan cukup parah, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden menegangkan ini.

Kronologi Kejadian, hilang Kendali di Jalur Gelap. Pikap bernomor polisi AB-8897-BF tersebut dikemudikan oleh Agus Basuki (52), warga Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, yang saat itu tengah ditemani seorang penumpang bernama Dendi (27).

Mereka sedang dalam perjalanan mengantarkan muatan kayu dari Yogyakarta menuju Sidoarjo.

Nahas, saat memasuki wilayah Desa Tejo dari arah barat ke timur, kendaraan tiba-tiba oleng. Menurut saksi mata di lokasi, kombinasi antara rasa kantuk sang sopir dan minimnya fasilitas jalan menjadi pemicu utama kecelakaan.

“Mobil melaju dari arah Yogyakarta menuju Sidoarjo. Pas sampai di lokasi, kondisi jalan memang gelap karena lampu penerangan jalan umum (PJU) mati. Ditambah lagi sopirnya diduga mengantuk, jadi kendaraan langsung oleng ke kiri dan terjun ke sungai,” ungkap Aldo (25), salah seorang saksi di lokasi kejadian.

Insiden dini hari ini sempat menyedot perhatian warga sekitar. Sejumlah warga yang berada di lokasi langsung bergegas membantu proses evakuasi kendaraan dari dalam sungai.

Mendapat laporan tersebut, petugas dari Satlantas Polres Jombang segera meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta menggali keterangan dari para saksi.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, pihak kepolisian masih belum bisa memberikan kesimpulan final terkait penyebab mutlak kecelakaan.

“Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Kami masih mendalami seluruh faktor yang menyebabkan kendaraan sampai keluar jalur,” jelas Ipda Siswanto.

Belajar dari insiden ini, Ipda Siswanto memberikan peringatan keras kepada para pengguna jalan, khususnya mereka yang kerap melintas pada malam hingga dini hari di jalur-jalur yang minim penerangan.

Jangan paksa diri, segera menepi jika tubuh sudah memberikan sinyal lelah atau mengantuk.

Tingkatkan kewaspadaan, ruas jalan dengan PJU mati membutuhkan konsentrasi ganda.

Utamakan Keselamatan, istirahat selama 15–30 menit jauh lebih berharga daripada memaksakan waktu tiba.

“Jika merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya berhenti dan beristirahat terlebih dahulu demi keselamatan perjalanan,” pungkasnya.

Reporter: Adi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan