Boven Digoel, Mmcnews – Pengelola APMS dan SPBU di Distrik Mandobo dihimbau untuk memberikan prioritas dalam pengisian BBM subsidi berjenis solar kepada para sopir angkutan umum. Setiap angkutan umum dijatah antara 60 hingga 80 liter pada saat pengisian, mengingat para sopir tidak melakukan pengisian setiap hari.
“Mereka merupakan salah satu alat transportasi utama kita, oleh karena itu, penting untuk memberikan prioritas kepada mereka,” ungkap Kepala Distrik Mandobo, Agustina Mote, saat bertemu dengan empat pengelola SPBU di ruang kerjanya, Kamis (24/10/2024).
Ibu Agustina menegaskan bahwa memprioritaskan sopir angkutan umum adalah hal yang krusial. Mereka memiliki peran vital dalam sistem transportasi, memastikan aksesibilitas bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Dengan memberikan prioritas, kita turut membantu menjaga kelancaran layanan angkutan umum, sehingga tarif tetap terjangkau bagi masyarakat. Dukungan terhadap sopir juga berdampak positif pada perekonomian lokal, meningkatkan efisiensi operasional, serta memastikan layanan yang konsisten,” lanjutnya.
Ibu Agustina juga menyoroti pentingnya keseragaman jam operasional pengelola SPBU, dengan usulan jam buka mulai pukul 08.00 WIT dan tutup antara pukul 20.00 hingga 21.00 WIT. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama para sopir angkutan umum yang memerlukan BBM subsidi, mengingat harga dari pengecer seringkali jauh lebih tinggi.
“Dengan jam operasional yang stabil, kita tidak akan memberatkan para sopir angkutan umum. Karena kasian mereka, sering menghabiskan waktu agar bisa mendapatkan solar,” tutupnya. [Linthon]















