CARUBAN | MMC — Pemerintah Kabupaten Madiun menggerakkan jajaran aparatur dan masyarakat untuk memperkuat budaya kebersihan lingkungan melalui Gerakan Selamat Asri (Bersih-Bersih Sampah).
Gerakan tersebut diawali apel bersama dan aksi nyata bersih-bersih di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, sisi selatan Alun-Alun Reksogati Kota Baru Caruban, Jumat (15/10/2026) pagi.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan gerakan tersebut diarahkan untuk membangun Kabupaten Madiun yang bersih sekaligus mendukung target Kabupaten Adipura.
“Mari kita sama-sama niatkan dengan ikhlas untuk mewujudkan Kabupaten Madiun, Kabupaten Adipura, Kabupaten Madiun yang bersih, Kabupaten Madiun yang terbaik,” ujar Bupati.

Menurutnya, Gerakan Selamat Asri telah diperkuat melalui Peraturan Bupati dan mendorong kegiatan kebersihan secara rutin setiap Selasa dan Jumat.
“Kalau dilaksanakan secara rutin, Selasa dan Jumat insyaallah tidak berat. Paling butuh waktu lima menit, itu sudah cukup,” katanya.
Hari berharap kebersihan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan masyarakat.
“Kalau sudah menjadi budaya itu menjadi kebutuhan. Ada daun kotor diambil, ada plastik diambil. Kita berharap kegiatan ini betul-betul menjadi budaya masyarakat Kabupaten Madiun,” tuturnya.
DLH Petakan Titik Sampah
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun, M. Zahrowi, mengarahkan aksi lapangan pada sejumlah titik prioritas di kawasan pusat pemerintahan.
DLH mencatat titik yang perlu ditangani antara lain sisi selatan Masjid Quba, sisi selatan Jalan MT Haryono yang berbatasan dengan area persawahan dan saluran air, serta sela antara trotoar dan pagar kawasan perkantoran dari Baperida hingga arah timur.
Petugas DLH disiapkan dengan trashbag, cangkul dan kendaraan pengangkut, sementara jajaran lainnya menyebar sepanjang jalur protokol Jalan MT Haryono hingga kawasan menuju Kampung Pesilat.
Zahrowi juga menekankan pentingnya menjaga saluran air di setiap lingkungan perkantoran.
“Secara rutin setiap hari mohon saluran di masing-masing kantor diamankan. Bersih, tidak ada sampah, tidak ada genangan air, dan tidak ada endapan,” tegasnya.
Menurut Zahrowi, kebersihan saluran menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian Adipura, sehingga pengelolaannya tidak cukup dilakukan saat kegiatan bersih-bersih berlangsung.
Pemkab Madiun juga menyiapkan penguatan pengelolaan sampah plastik melalui penyediaan tempat sampah khusus plastik di desa-desa. Selain itu, Pemkab menyebut telah memiliki 16 TPS3R dan mendapat fasilitas TPST yang diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mendorong ekonomi sirkular.
Bupati juga menegaskan optimisme terhadap target tersebut.
“Semua target itu harus optimis. Kalau tidak optimis, buat apa? Kalau capaiannya kurang akan kita evaluasi,” pungkasnya.














