Tiga Hari Tak Terlihat, Penjual Bubur di Mojoagung Ditemukan Meninggal dalam Kesendirian

  • Bagikan
Oplus_131072

MMCNEWS.ID | Sinar matahari Senin (18/5/2026) pagi di Dusun Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, Jombang, mendadak jadi ramai. Warga setempat digegerkan oleh penemuan jasad seorang pria paruh baya yang terbujur kaku di dalam rumahnya.

Korban adalah Anuwar (58), seorang penjual bubur yang sehari-harinya dikenal pekerja keras namun harus berjuang hidup seorang diri.

Tragedi ini pertama kali terungkap sekitar pukul 07.30 WIB. Seperti biasa, seorang kerabat datang berkunjung untuk mengantarkan sarapan hangat untuk Anuwar. Namun, ketukan pintu pagi itu tak mendapat sahutan.

Saat melangkah masuk, saksi justru dihadapkan pada pemandangan memilukan. Anuwar ditemukan sudah tidak bernyawa, tergeletak tanpa baju dengan posisi tubuh miring menghadap tembok.

“Saksi langsung syok dan meminta bantuan warga sekitar, hingga akhirnya perangkat desa melaporkan kejadian ini ke Polsek Mojoagung,” ungkap seorang warga di lokasi.

Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Mojoagung langsung bergerak cepat bersama Tim Inafis Polres Jombang dan personel BPBD Jombang untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, memastikan bahwa tidak ada unsur pidana atau kekerasan di balik kematian korban.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,

Korban diperkirakan sudah mengembuskan napas terakhirnya sekitar tiga hari sebelum ditemukan.

Warga sekitar mengaku terakhir kali melihat penjual bubur ini pada Jumat (15/5/2026) pagi.

Di balik kepergiannya yang mendadak, terungkap cerita pilu tentang kondisi kesehatan Anuwar. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, pria malang ini ternyata mengidap riwayat penyakit kolesterol dan asam urat tinggi yang kerap membatasi aktivitas fisiknya.

Bahkan, sebelum ditemukan meninggal, Anuwar diketahui sempat berikhtiar mencari kesembuhan dengan memeriksakan diri ke tenaga kesehatan di wilayah Bejijong, Trowulan, Mojokerto. Sayang, takdir berkata lain. ia harus menghadap sang pencipta sendirian di rumahnya.

Proses evakuasi jenazah berlangsung penuh haru. Tetangga dan kerabat tak mampu membendung air mata saat jasad pria yang dikenal ramah itu digotong keluar rumah.

Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah murni. Mereka juga menolak untuk dilakukan autopsi. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk segera disucikan dan dimakamkan sebagaimana mestinya.

Reporter: Adi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan