MMCNEWS.ID | Pendopo Kabupaten Jombang mendadak riuh dengan suara lantang dan ekspresif dari anak-anak berbakat. Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan resmi membuka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Jombang 2026 pada Selasa (12/5/2024).
Bukan sekadar ajang unjuk gigi, kompetisi yang digelar selama dua hari hingga 13 Mei ini menjadi misi besar Pemkab Jombang untuk membangkitkan gairah literasi dan kecintaan generasi muda terhadap kekayaan cerita rakyat lokal.
Sebanyak 50 peserta terbaik dari kelas 4 SD/MI se-Kabupaten Jombang bertarung menunjukkan kemampuan bercerita mereka. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Thonsom Pranggono, menegaskan bahwa ajang ini adalah “kawah candradimuka” untuk menjaring delegasi Jombang ke tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Kami ingin melatih keberanian tampil di depan umum sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri. Ini adalah investasi jangka panjang untuk literasi kita,” ujar Thonsom.
Hadir mewakili Bupati Jombang, Sekdakab Agus Purnomo, S.H., M.Si., memberikan tantangan bagi jajarannya. Ia menekankan bahwa literasi tidak boleh jalan di tempat, melainkan harus terus berinovasi.
Dinas Perpustakaan diminta aktif melakukan survei ke pondok pesantren, dan penyediaan kitab dan buku yang sesuai kebutuhan santri menjadi prioritas. “Menang atau kalah itu biasa. Yang utama adalah proses menyusun kata dan membangun kepercayaan diri,” tegas Agus.
Ada yang unik dalam aturan lomba tahun ini. Untuk menguji murni kreativitas peserta, instrumen musik pengiring dilarang keras. Seluruh efek suara atau bunyi-bunyian hanya boleh dihasilkan dari anggota tubuh peserta sendiri.
Kriteria penilaian juri, kelancaran dan penguasaan panggung. Teknik: Intonasi, artikulasi, dan kejelasan suara, materi: Penguasaan cerita yang dibawakan, kreativitas: Cara unik dalam menyampaikan pesan cerita.
Dewan juri yang terlibat pun bukan sembarangan, mulai dari unsur pendidikan, komunikasi (Diskominfo), hingga budayawan senior Jombang.
Acara ini turut dihadiri oleh Bunda Literasi Jombang, Ibu Yuliati Nugrahani Warsubi, bersama jajaran TP PKK dan kepala OPD.
Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan monolog memukau dari Hibah Mahbubiyahtun Nabilah, siswi SMAN 3 Jombang, yang sukses membius audiens sebelum lomba dimulai.
Para pemenang nantinya tidak hanya membawa pulang trofi dan piagam, tetapi juga uang pembinaan total jutaan rupiah. Penghargaan tersebut akan diserahkan secara prestisius pada Festival Literasi bulan Oktober 2026 mendatang.
Siapakah yang akan mewakili Jombang di panggung Jawa Timur? Kita tunggu aksi para pendongeng cilik ini di hari kedua!
Reporter: Adi















