MMCNEWS.ID | Hati-hati buat kalian yang lagi asyik cari jodoh lewat aplikasi kencan! Alih-alih kepingin dapat pangeran idaman, seorang gadis asal Wonosalam, Jombang, berinisial HAS (23), justru harus gigit jari setelah motor kesayangannya raib digondol pria yang baru dikenalnya melalui aplikasi Tantan.
Drama “cinta satu malam” yang berujung kriminal ini bermula dari perkenalan HAS dengan FI (24), pemuda asal Sawahan, Surabaya, pada April 2026. Siapa sangka, profil keren FI di aplikasi hanyalah umpan manis yang dibalut identitas palsu.
Aksi penipuan ini tersusun cukup rapi hingga membuat korban tak menaruh curiga sedikit pun.
Pada 21 April 2026, keduanya sepakat melakukan first date di wilayah Kedundung, Mojokerto.
Berboncengan Mesra, korban datang membawa Honda Scoopy (S-3101-OCK). Pelaku kemudian mengambil alih kemudi dan mengajak korban jalan-jalan menuju Surabaya.
Setibanya di Jalan Indragiri, Surabaya, FI tiba-tiba akting kesakitan dan meminta korban membelikan obat di apotek terdekat.
Saat korban sibuk mengantre obat, FI langsung tancap gas dan menghilang bersama motor korban.
“Korban sempat mencoba menghubungi pelaku, tapi nomornya langsung tidak aktif,” ujar Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Wasito Adi.
Pelarian FI tidak berlangsung lama. Tim buser Polsek Wonokromo berhasil melacak keberadaan pelaku dan meringkusnya di kediamannya pada Kamis (14/5/2026).
Berdasarkan hasil penyidikan, terungkap fakta-fakta mencengangkan, bahwa status residivis FI ternyata bukan pemain baru di dunia kriminal. ia merupakan residivis kasus narkoba.
Motor Honda Scoopy milik korban sudah dijual ke penadah di kawasan Kenjeran seharga Rp3 juta saja.
Triknya memang cerdik, ia memakai identitas palsu. Foto dan nama yang digunakan di Tantan dipastikan milik orang lain untuk menjerat korban.
Saat ini, polisi masih mendalami apakah ada korban lain yang terperangkap dalam “jerat cinta” FI. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi kita semua untuk selalu waspada saat bertemu orang asing dari dunia maya.
Jangan mudah percaya dan langsung menyerahkan kunci kendaraan atau barang berharga kepada orang yang baru dikenal begitu saja, meski alasannya sedang sakit perut sekalipun, jangan pernah dikasih.
Reporter: Adi















