Ritual Penutupan TPA Suwung: Putu Artha Ingatkan Ancaman “Bom Sampah” Bali

  • Bagikan
Lebih dari 800 ton sampah Denpasar dan 270 ton sampah Badung yang terancam telantar jika TPA benar-benar ditutup pada 23 Desember 2025.

MMCNEWS.ID | Langkah Pemerintah Provinsi Bali yang menggelar ritual penutupan TPA Suwung memicu kritik tajam dari mantan Komisioner KPU RI sekaligus tokoh publik Bali, I Gusti Putu Artha. Ia memperingatkan bahwa tindakan tersebut berisiko memicu krisis sampah masif karena mendahului arahan resmi Pemerintah Pusat melalui Menteri Lingkungan Hidup.

Putu Artha menyoroti nasib lebih dari 800 ton sampah Denpasar dan 270 ton sampah Badung yang terancam telantar jika TPA benar-benar ditutup pada 23 Desember 2025. Tanpa adanya skema transisi yang matang selama proses pembangunan PSEL, akumulasi limbah ini diprediksi akan meledak menjadi “bom sampah” nyata di depan mata.

Ketidakpastian ini juga memicu ancaman dari jasa swakelola sampah yang bersiap turun ke jalan. “Problem akan serius manakala sampah-sampah itu ditumpahkan di kantor-kantor pemerintah,” tulis Putu Artha dalam keterangannya.

Risiko Konflik Sosial dan Citra Wisata

Ritual tersebut juga dinilai menjadi stimulus bagi warga sekitar TPA untuk melakukan blokade terhadap truk pengangkut sampah, yang berujung pada kegaduhan sosial di lapangan. Jika gejolak ini tidak diantisipasi dengan kalkulasi yang matang, Putu Artha memprediksi dampak buruknya akan memicu penurunan drastis kunjungan wisatawan ke Bali pada tahun 2026. *yas

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan