“DUGAAN KORUPSI! Dana Sekolah Habis untuk ‘Uang Jalan’ & Biaya Hukum”

  • Bagikan

BOGOR | MMCNews.id, – Skandal dugaan penyalahgunaan dana pendidikan kembali mencuat di Kabupaten Bogor. Kali ini sorotan tajam mengarah pada Yayasan Nurul Fadhilah yang menaungi MTs dan SMA di kawasan Cibadung, Gunung Sindur.

Berdasarkan dokumen internal yang diterima redaksi dari sumber terpercaya yang meminta anonimitas, terungkap catatan keuangan yang sangat mencurigakan dalam kurun waktu 2020 hingga 2025.

Dana yang seharusnya digunakan untuk kemajuan sekolah dan kesejahteraan siswa, justru tercatat keluar untuk pos-pos yang dinilai tidak wajar dan janggal.

DANA RATUSAN JUTA HABIS UNTUK HONOR PENGACARA & “UANG JALAN”

Dalam dokumen bertajuk “Uang Kegiatan Yayasan” dan “Uang MTs & SMA”, tercatat sejumlah pengeluaran yang mempertanyakan fungsi yayasan sebagai lembaga pendidikan.

Di antaranya adalah pengeluaran untuk:

✅ Honor Pengacara

✅ Uang Jalan & Transport

✅ Seragam Yayasan

✅ Biaya Kawal Pengadilan

Total nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Sumber menilai, pos-pos ini diduga kuat tidak berkaitan langsung dengan operasional pendidikan atau kepentingan siswa. Lebih miris lagi, dana tersebut diduga lebih condong digunakan untuk kepentingan pribadi atau urusan internal pengurus yang tidak jelas pertanggungjawabannya.

Ke mana uang pendidikan pergi? Mengapa anggaran sekolah habis untuk urusan hukum dan “uang jalan” yang tidak jelas tujuannya?

BERANI BERBUAT, TAPI TAK BERANI JAWAB!

Guna memenuhi prinsip keseimbangan berita, tim investigasi kupasmerdeka.com mendatangi langsung lokasi sekolah pada Kamis (16/04/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Tujuannya jelas: meminta konfirmasi dan hak jawab kepada Kepala Sekolah, Kepala Madrasah, maupun Ketua Yayasan berinisial AL.

Namun apa yang terjadi? Justru upaya konfirmasi ini dipersulit dan dihalang-halangi secara tidak profesional.

Seorang guru berinisial G dan Asisten Wakil Kepala Bidang Kurikulum berinisial F terlihat bertindak sebagai “benteng pertahanan”. Mereka tidak mengizinkan jurnalis bertemu atau menyampaikan pertanyaan kepada pihak yang berwenang memberikan keterangan.

“Kami dipersulit, seolah-olah ada sesuatu yang sangat besar yang disembunyikan. Padahal tugas kami hanya ingin membalikan fakta kebenaran,” ujar tim lapangan.

Sikap tertutup ini justru semakin memperkuat dugaan bahwa ada penyimpangan serius yang sedang ditutup-tutupi. Kenapa takut jika memang dikelola dengan benar dan bersih?

REDAKSI TEGAS: LIPUTAN AKAN DITERUSKAN!

Hingga berita ini diturunkan, Ketua Yayasan maupun pihak terkait belum juga memberikan penjelasan resmi.

Redaksi menegaskan, pemberitaan ini didasarkan pada bukti dokumen yang kuat dan upaya konfirmasi yang telah dilakukan secara prosedural namun direspons dengan penutupan.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk hak jawab. Namun jika terus diabaikan dan dipersulit, investigasi ini akan kami kembangkan lebih dalam sampai menemukan titik terang,” tegas redaksi.

Masyarakat dan orang tua siswa menuntut kejelasan. Jangan biarkan lembaga pendidikan yang seharusnya mencetak generasi bangsa justru dijadikan ladang uang dan sarang praktik korupsi yang merugikan banyak pihak!

 

Sumber: Kupasmerdeka.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan