Ket foto; proyek SDN noreh 5 yang sedang dalam pengerjaan
Sampang|| MMCMadura, Sebelumnya diberitakan media ini terkait proyek sekolah Dasar Negeri (SDN) Noreh 5 kecamatan sreseh kab Sampang terkait pekerjaan tanah dan pondasi yang seharusnya dikerjakan tidak dikerjakan.
Dari hal itu tentunya dibutuhkan dinas terkait untuk melakukan pengawasan ekstra guna menghasilkan kualitas bangunan sesuai dengan spesifikasi sehingga bangunan bisa bertahan lama bisa dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang yang paling penting tentunya menghindari praktek korupsi dalam proyek itu.
Pantauan media ini dilokasi, Minggu (01/12/24), terlihat pekerja tanpa menggunakan Alat kesehatan dan keselamatan kerja (K3) mempertebal tiang serta terlihat pekerja membuat kuda – kuda menggunakan Kanal -C.
Kanal C tersebut diragukan kualitasnya, pasalnya tidak terlihat tulisan Standart Nasional Indonesia (SNI) yang mana hal tersebut tentunya menunjang pembangunan memenuhi standar teknis.
Saat dimintai keterangan, Ghufron tidak mau melayani wartawan untuk dimintai keterangan terkait kanal C yang diduga tidak bermutu itu, ghufron yang terlihat angkuh serta risih karena pekerjaannya dipantau saat dilempar pertanyaan selalu jawab tidak tau.
Menanggapi hal itu, anggota Ormas Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT – IB), Dewan pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Sampang, Huzeiri meminta dinas pendidikan kabupaten Sampang turun kelokasi yang dinilai ada dugaan korupsi dalam proyek yang nilainya setengah milyar itu.
” Dinas pendidikan jangan tidur harus turun mengontrol proyek yang saya rasa nilainya fantastis itu, setengah milyar mas. Apalagi kanal C tanpa SNI, Biasanya anggaran besar seperti itu Kanal C menggunakan Merk Kencana.” Katanya pada media ini.
Ditambahkan Huzeiri, pihaknya mengaku pernah kelokasi mengukur besi tiang yang di cor beda – beda ukuran selain itu bahan kusen yang digunakan patut dipertanyakan.
Dikesempatan itu ia meminta inspektorat kabupaten Sampang turun guna mencegah adanya praktek korupsi dalam proyek itu.
” Hari Jum’at saya pernah kelokasi mas besi nya kayaknya ukuran banci, intinya nanti saya kirim surat ke dinas terkait terutama inspektorat untuk mencegah adanya korupsi di proyek itu. Saya minta dinas pendidikan jangan tidur. Turun langsung, bekerja jangan gunakan istilah Buta Tuli.” Pinta Huzeiri yang menginginkan pembangunan sesuai dengan spesifikasi.
(Man)















