APBD Boven Digoel 2024 Meningkat Sebesar 17 Miliar Rupiah Lebih

  • Bagikan

Boven Digoel, Mmcnews – Kabupaten Boven Digoel mengalami peningkatan pendapatan transfer pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024 sebesar Rp17.112.467.693 atau 1,32 % dari tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas Bupati Boven Digoel, Lexi Romel Wagiu, dalam rapat paripurna yang berlangsung pada tanggal 7 Oktober 2024 lalu. Di mana, dirinya menyebutkan bahwa total APBD mencapai Rp1.295.884.364.543.

Pendapatan tersebut berasal dari bantuan dan hibah, bukan dari pajak atau retribusi daerah. Beberapa sumbernya termasuk Dana Alokasi Umum (DAU) untuk belanja daerah dan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk proyek-proyek tertentu. Dukungan dari pemerintah pusat juga menjadi bagian penting dalam pembiayaan ini.

Penggunaan APBD, tentu seharusnya difokuskan untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta program sosial dan peningkatan ekonomi untuk masyarakat.

Ketika awak media menanyakan kepada beberapa anggota DPRD tentang seberapa besar alokasi APBD untuk membayar gaji pegawai, terungkap bahwa sekitar 50% dari total APBD digunakan untuk hal tersebut. Ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi daerah, di mana sebagian besar anggaran terserap untuk biaya operasional.

Oleh karena itu, untuk memaksimalkan manfaat APBD dan mendorong pertumbuhan yang lebih baik, penting bagi Boven Digoel untuk mencari sumber pendapatan lain, seperti pajak dan retribusi.

Dampak Minimnya Pajak dan Retribusi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Minimnya sumber pajak dan retribusi di sebuah wilayah akan dapat berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Ketergantungan yang tinggi pada dana transfer dari pemerintah pusat membuat anggaran daerah terbatas, menghambat fleksibilitas dalam merencanakan proyek-proyek pembangunan yang penting. Akibatnya, layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur berpotensi mengalami penurunan kualitas, yang langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, keterbatasan dana akan menyulitkan pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur yang esensial, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi. Wilayah yang tidak menunjukkan potensi pendapatan melalui pajak dan retribusi juga akan kehilangan daya tarik bagi investor, mengurangi peluang penciptaan lapangan kerja dan pengembangan usaha lokal. Ketergantungan yang berlebihan pada bantuan eksternal dari pemerintah pusat menciptakan ketidakstabilan dalam perencanaan jangka panjang, dan setiap perubahan kebijakan dapat menyebabkan dampak yang serius bagi masyarakat.

Lebih lanjut, minimnya anggaran akan menyulitkan upaya untuk mendorong inovasi dan mendukung usaha kecil dan menengah, sehingga pertumbuhan ekonomi lokal menjadi stagnan. Oleh karena itu, penting bagi Boven Digoel untuk mengembangkan sumber-sumber pendapatan mandiri melalui pajak dan retribusi, agar dapat mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. [Linthon]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan