MMCNEWS.ID | Suasana khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada Minggu (10/5). Ribuan pasang mata saksi sejarah berkumpul dalam Haul ke-55 Al Maghfurlah KH Abdul Wahab Chasbullah, sebuah momen refleksi untuk mengenang sang raksasa pemikir sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama (NU).
Kehadiran Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menambah bobot sakral acara ini. Bukan sekadar seremonial, kehadiran para pucuk pimpinan negeri ini menjadi sinyal kuat penghormatan negara atas fondasi kebangsaan yang diletakkan oleh para ulama.
Rangkaian acara dimulai dengan ziarah ke makam keluarga besar Ponpes Bahrul Ulum. Di depan nisan Kyai Wahab—yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2014—doa-doa dilangitkan dengan khusyuk. Khofifah menegaskan bahwa ziarah ini adalah bentuk “sowan” batin kepada sosok yang telah menyatukan urusan agama dan pembangunan.
“Beliau adalah ulama visioner yang membuktikan bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari iman. Kehadiran Bapak Wapres di sini adalah penghormatan nyata bagi jejak perjuangan Mbah Wahab yang tetap hidup hingga hari ini,” ujar Khofifah dengan penuh haru.
Dalam pidatonya, Khofifah menekankan bahwa Pemprov Jatim menjadikan semangat Kyai Wahab sebagai kompas pembangunan. Baginya, kemajuan ekonomi Jawa Timur tidak akan berarti jika kehilangan fondasi moral.
Pesantren didorong menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan inovasi, sekaligus berkolaborasi antara pemerintah dan ulama dan memperkuat persaudaraan sesama Muslim (islamiyah), sesama bangsa (wathaniyah), dan sesama manusia (basyariyah).
“Santri hari ini harus alim secara agama, tapi juga tangguh secara ekonomi. Itulah kemandirian umat yang dicita-citakan Mbah Wahab,” tegas Khofifah.
Senada dengan Khofifah, Wapres Gibran Rakabuming memberikan arahan yang memantik semangat generasi muda. Di hadapan para santri, Gibran berpesan agar mereka tidak hanya menjadi penjaga tradisi, tapi juga pemain di panggung global.
“Santri harus mampu meneladani Mbah Wahab. Tidak hanya berakhlak mulia, tapi juga berani berinovasi di tengah disrupsi teknologi dan dinamika dunia,” pesan Wapres.
Selain membahas soal keteladanan, Wapres juga menyelipkan kabar baik mengenai program Kampung Haji. Sebuah inisiatif pemerintah yang bertujuan menyederhanakan administrasi dan menekan biaya haji agar semakin terjangkau bagi masyarakat luas.
Haul ke-55 ini diakhiri dengan pesan kuat dari Khofifah, bahwa Jawa Timur harus unggul tidak hanya di atas kertas statistik, tapi juga kokoh dalam nilai religiusitas.
“Mari jadikan doa-doa hari ini sebagai kekuatan batin untuk membangun Jawa Timur yang maju, adil, dan penuh keberkahan,” tutupnya.
Di bawah langit Jombang, semangat Kyai Wahab Chasbullah kembali berdenyut, mengingatkan bangsa ini bahwa persatuan dan ilmu adalah dua sayap utama untuk terbang tinggi menuju masa depan.
Reporter: Adi















