Bojonegoro – Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menggelar rapat koordinasi guna persiapan penilaian evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2026. Kegiatan dilakukan Selasa (10/3/2026) di Partnership Room, gedung Pemkab Bojonegoro. Pada 2026 ini, Bojonegoro menargetrkan meraih predikat Nindya dengan terus meningkatkan pemenuhan hak anak.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro Edi Susanto menjelaskan, langkah mewujudkan KLA bukan sekadar mengejar penghargaan atau predikat, tapi juga kewajiban moral maupun konstitusional. Karena anak ialah aset terbesar bangsa dan investasi masa depan khususnya di Kabupaten Bojonegoro.
Untuk itu, melalui KLA, Pemkab Bojonegoro hendak memastikan setiap anak terpenuhi haknya dan terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi anak.
Kesiapan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ialah dengan memenuhi 24 indikator serta ketersediaan data dukung secara riil. Untuk itu perlu :
1. Memastikan seluruh administarsi dan dokumentasi kegiatan selama periode penilaian tersedia dengan baik sesuai indikator KLA;
2. Bersinergi antar lini. KLA bukan hanya tugas DP3AKB, melainkan kerja kolektif semua pihak dan lintas sektor;
3. Gugus tugas KLA diharapkan segera pemetaan berdasarkan 24 indikator KLA;
4. Pastikan semangat KLA tereskalasi/ter-breakdown hingga tingkat kecamatan dan desa.
“Mari menyamakan persepsi dan mari berikan yang terbaik demi anak-anak Bojonegoro,” tandasnya.















