Kepala Distrik Mandobo Larang Semua Pihak Mempermainkan BBM Subsidi

  • Bagikan

Boven Digoel, Mmcnews – Pada hari Kamis (24/10/2024), di ruang kerja Kepala Distrik Mandobo, diadakan pertemuan penting dengan pemilik dan perwakilan satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) serta tiga Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS). Kegiatan ini bertujuan untuk membahas tata tertib pengelolaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi agar sesuai dengan aturan yang berlaku, demi memastikan distribusi yang tepat sasaran dan menghindari penyalahgunaan.

Kepala Distrik Mandobo, Ibu Agustina Mote, dalam pertemuan tersebut menegaskan bahwa semua pihak harus berkomitmen untuk tidak mempermainkan sistem distribusi BBM subsidi. Ia mengingatkan bahwa tindakan melayani oknum-oknum yang mencoba memanfaatkan BBM subsidi untuk kepentingan pribadi tidak akan ditoleransi. “BBM subsidi adalah hak masyarakat yang harus dipenuhi dengan baik. Setiap pihak yang kedapatan mempermainkan BBM subsidi akan dilaporkan ke Pertamina, dan bisa berakibat pada pencabutan surat izin usaha menjual BBM,” tegasnya.

Ibu Agustina juga mengumumkan rencananya untuk mengirimkan stafnya dalam waktu tiga bulan ke depan untuk melakukan pengecekan terhadap seluruh SPBU dan APMS. “Saya akan mengawasi secara langsung masuk dan keluarnya BBM subsidi, untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan yang terjadi,” tambahnya.

Ibu Agustina Mote menegaskan bahwa setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) diwajibkan untuk dilengkapi dengan flow meter. Ini merupakan langkah strategis dalam pengawasan distribusi BBM subsidi. Staf distrik yang diturunkan setiap hari akan melakukan pengecekan terhadap flow meter ini, guna memastikan bahwa volume BBM yang didistribusikan sesuai dengan catatan dan tidak ada penyimpangan.

Flow meter adalah perangkat yang dirancang untuk mengukur dan mencatat volume cairan, dalam hal ini bahan bakar, yang mengalir melalui sistem distribusi. Alat ini berperan krusial dalam memastikan akurasi pengukuran, yang sangat penting untuk mencegah kecurangan dalam pengelolaan BBM subsidi. Flow meter dapat mengukur aliran berdasarkan beberapa prinsip fisika, seperti perubahan tekanan atau kecepatan aliran.

Data yang diperoleh dari flow meter memungkinkan pengelola SPBU dan APMS untuk memantau volume BBM yang masuk dan keluar secara real-time. Dengan adanya data akurat ini, tindakan cepat dapat diambil jika terjadi ketidaksesuaian antara volume yang terukur dan yang seharusnya. Penggunaan flow meter tidak hanya meningkatkan transparansi, tetapi juga memperkuat akuntabilitas dalam distribusi BBM subsidi, sehingga diharapkan masyarakat dapat menerima hak mereka tanpa adanya penyimpangan atau penyalahgunaan.

Pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran semua pihak terkait pentingnya pengelolaan BBM subsidi yang sesuai aturan, serta menciptakan sistem yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Ibu Agustina menekankan pentingnya kerjasama antara semua pemangku kepentingan untuk menjaga integritas dalam pengelolaan BBM subsidi demi kesejahteraan masyarakat.[Linthon]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan