Boven Digoel, Mmcnews – Sekitar 60 hingga 80% masyarakat Boven Digoel, khususnya dari kalangan orang asli Papua (OAP), masih hidup dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Ketimpangan ekonomi yang mencolok selama bertahun-tahun mencerminkan kurangnya perhatian pemerintah daerah sebelumnya dalam menciptakan program-program yang mendukung kemandirian masyarakat lokal.
Sebagian besar masyarakat OAP tidak berkebun, bertani, atau beternak. Mereka masih sangat bergantung pada berburu di hutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerintah sebelumnya gagal menyediakan program pemberdayaan yang mampu mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi alam di wilayah mereka.
Melihat permasalahan ini, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 02, Yakob J. Waremba dan Haji Suharto, hadir dengan visi dan misi yang berfokus pada peningkatan taraf hidup masyarakat melalui program-program kemandirian ekonomi.
“Kami percaya bahwa kunci untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat Boven Digoel adalah dengan memberikan mereka peluang dan keterampilan untuk menjadi mandiri. Kami akan fokus pada pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan sehingga masyarakat dapat menggali potensi yang ada di sekitar mereka,” ujar Yakob J. Waremba.
Program Unggulan Paslon Nomor Urut 02. Pasangan ini menekankan pentingnya memanfaatkan potensi daerah yang selama ini terabaikan. Beberapa program unggulan yang ditawarkan meliputi:
1. Pemberdayaan Masyarakat untuk Berkebun, Bertani, dan Beternak: Paslon nomor urut 02 akan menyediakan pelatihan, pendampingan, dan bantuan alat atau bibit kepada masyarakat agar mereka mampu mengelola lahan dan ternak secara produktif.
2. Optimalisasi Peran BUMD: Paslon ini berkomitmen untuk menghidupkan kembali Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akan berperan sebagai penghubung antara hasil bumi masyarakat dengan pasar.
3. Peningkatan Infrastruktur Pendukung: Selain program pemberdayaan, mereka juga akan memastikan adanya infrastruktur seperti jalan untuk mempermudah akses masyarakat dalam mendistribusikan hasil bumi mereka.
4. Pengembangan Potensi Lokal: Dengan banyaknya pohon karet yang sudah siap disadap di beberapa distrik, paslon ini akan memfokuskan BUMD untuk membeli dan mengolah hasil karet dari masyarakat.
Manfaat Optimalisasi BUMD Bagi Masyarakat. Pasangan nomor urut 02 percaya bahwa BUMD yang dikelola dengan baik akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, di antaranya:
1. Peningkatan Pendapatan: Dengan adanya BUMD sebagai pembeli hasil bumi masyarakat seperti karet, kopra, atau hasil pertanian lainnya, masyarakat akan memiliki penghasilan tetap.
2. Penciptaan Lapangan Kerja: Pengelolaan dan operasional BUMD akan membuka banyak peluang kerja, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran.
3. Penguatan Ekonomi Daerah: BUMD yang aktif akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah dengan memaksimalkan sumber daya lokal.
4. Mendorong Kemandirian Masyarakat: Masyarakat akan diberdayakan untuk menggali potensi lokal mereka dan tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah atau berburu sebagai satu-satunya sumber pangan.
5. Pasar yang Stabil untuk Hasil Bumi: BUMD akan memastikan hasil bumi masyarakat memiliki pasar yang jelas, sehingga harga tetap stabil dan menguntungkan.
Sektor-Sektor yang Dapat Dikembangkan Melalui BUMD. Paslon nomor urut 02 melihat banyak potensi lokal yang dapat dikelola melalui BUMD, seperti:
1. Pengelolaan Karet: Distrik-distrik dengan pohon karet yang siap disadap akan menjadi prioritas untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.
2. Agribisnis dan Hortikultura: BUMD akan membantu mengelola hasil pertanian seperti sagu, jagung, dan sayuran untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan regional.
3. Peternakan dan Perikanan: Dengan memberikan akses modal dan pelatihan, masyarakat dapat mengembangkan peternakan sapi, kambing, ayam, serta pengelolaan ikan.
4. Produk Olahan Lokal: BUMD dapat mendirikan unit pengolahan makanan tradisional atau bahan baku hasil bumi menjadi produk bernilai jual tinggi.
Pasangan Yakob J. Waremba dan Haji Suharto menegaskan bahwa perubahan nyata hanya bisa terjadi melalui program-program yang memberdayakan masyarakat secara langsung.
“Kami tidak hanya memberikan janji, tetapi juga rencana yang jelas untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat Boven Digoel. Dengan menghidupkan kembali BUMD dan mengoptimalkan potensi lokal, kami yakin taraf hidup masyarakat akan meningkat secara signifikan,” tutup Haji Suharto. ***















