“Saya sangat kecewa banget kepada Kholila Travel yang tetap berangkat padahal rombongan belum lengkap”, ucap yunus kecewa, Sabtu (8/11/2025).
Ia menanmbahkan bahwa, tindakan seperti itu tidak sepatutnya dilakukan karena jelas merugikan apalahi karena alasan parkir dan ditinggal bus lain. “itu alasan irasional, untung tidak terjadi apa-apa kalau terjadi tambah gak karu-karuan,” tambahnya.
Korban mencari tahu keberadaan posisi bus dimaksud, informasi diperoleh dari anggota rombongan melalui WhatsApp bus berada di wisata oleh-oleh Bandara Jaya yang jaraknya belasan kilometer dari titik turun bus depan hotel Santika (Kali Code)
Titik bus berada, korban tidak tahu dan menanyakan kepada orang (warga) sekitar dan tidak mengetahuinya wisata oleh-oleh tersebut. Korban menunggu beberapa jam, kemudian korban minta bantuan kepada gojek untuk alamat tersebut, dan akhirnya mereka harus menggunakan jasa taxi online dan gojek untuk menyusul ke tempat tujuan selanjutnya.
Mereka adalah tergabung dalam anggota organisasi kalau mereka susah yang lain juga ikut susah. Semua jasa travel itu ada namanya leader, dimana bertanggung jawab pada jumlah anggota yang ada pada rombongan. Kalau leader punya alasan parkir susah dan sudah dikasih waktu nunggu itu bukan solusi. Apalagi sampai harus nyusul ke tujuan selanjutnya naik kendaraan lain, itu travelnya sudah salah.
Dengan kejadian itu diharapkan Diskominfo Sidoarjo bila menggaet rekenan kerja (travel) hendaknya yang professional jangan sampai terulang lagi.Sis)















