Jombang ‘Angker’ Sepanjang Jalur Mojoagung-Sumobito Berubah Jadi Pagar Rumput, Kemana Dinas PUPR ?

  • Bagikan
Oplus_131072

MMCNEWS.ID | Siapa pun yang melintasi jalur Sumobito–Betek–Mojoagung, khususnya di kawasan Betek Utara, mungkin akan merasa sedang melakukan ekspedisi alam liar ketimbang perjalanan pulang kerja. Bukannya aspal bersih yang menyambut, warga justru disuguhi pemandangan semak belukar yang menjulang tinggi hingga menyerupai hutan belantara.

Kondisi jalan kabupaten ini kian memprihatinkan. Rumput liar tumbuh begitu subur hingga menutupi pandangan, menciptakan kesan angker yang membuat nyali para pengendara menciut.

Bagi warga yang melintas, terutama di malam hari, jalur ini bukan sekadar masalah estetika yang buruk, melainkan ancaman keselamatan. Kelebatan rumput yang menyerupai seperti pagar melampaui tinggi orang dewasa memicu imajinasi liar sekaligus kekhawatiran nyata.

“Kalau dibiarkan terus, kita takut ada ular atau hewan berbahaya lainnya. Selain kumuh, suasananya jadi seram,” keluh Alex (67), seorang pedagang pentol yang setiap hari mangkal di lokasi tersebut, Sabtu (25/4/2026).

Selain ancaman hewan, kondisi jalan yang tertutup semak juga rawan dimanfaatkan oleh pelaku kriminalitas untuk bersembunyi, mengintai para pengendara yang melintas sendirian.

Ada sebuah ironi besar yang tersaji di sepanjang jalur pabrik ini. Warga merasa pemerintah daerah seolah “angkat tangan” dalam urusan pemeliharaan rutin.

Selama ini, pembersihan rumput justru lebih sering dilakukan secara mandiri oleh pihak pabrik di sekitar lokasi. Warga mempertanyakan ke mana larinya anggaran perawatan jalan dari pajak yang mereka bayarkan jika untuk memotong rumput saja harus mengandalkan pihak swasta.

Sorotan tajam kini tertuju pada Dinas PUPR Jombang, khususnya Bidang Bina Marga. Pembersihan yang jarang dan terkesan “setengah hati” membuat rumput liar kembali menguasai bahu jalan hanya dalam waktu singkat, terutama di tengah musim penghujan.

Jalur Mojoagung–Sumobito kini menjadi monumen bisu dari buruknya koordinasi pemeliharaan infrastruktur di Kabupaten Jombang. Warga kini hanya bisa menanti, kapan pemerintah benar-benar hadir untuk “membabat” rasa takut mereka di jalanan?

Reporter: Adi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan