MMCNEWS.ID | Cinta itu buta, tapi amarah bisa bikin gelap mata. Sebuah hubungan asmara di Desa Mojongapit, Jombang, berakhir mengenaskan setelah sebuah aquarium kaca terbang dan hancur di kaki sang kekasih. Alih-alih bantuan finansial, yang didapat korban justru luka robek dan trauma mendalam.
Kronologi: Niat Bayar Cicilan, Malah ‘Dibayar’ Pecahan Kaca
Insiden berdarah ini bermula pada Rabu siang (15/4/2026). Korban, UNN (31), warga Kunjang, Kediri, mendatangi rumah kekasihnya, DIP (27), di Jalan Penggalang dengan harapan mendapatkan solusi untuk membayar angsuran sepeda motornya yang menunggak.
Namun, alih-alih dompet yang terbuka, justru emosi DIP yang meledak. Diduga merasa tertekan secara finansial, pria berusia 27 tahun ini kalap. Cekcok mulut pun berubah menjadi ajang “lempar barang” hingga puncaknya, sebuah aquarium kaca melayang ke arah UNN.
Lemparan maut tersebut tepat mengenai kaki kiri korban di bawah lutut. Pecahan kaca yang tajam mengakibatkan luka serius yang memaksa korban lari dari lokasi dalam kondisi bersimbah darah.
“Tersangka kehilangan kendali dan melempar aquarium ke arah korban. Akibatnya, korban menderita luka robek serius akibat pecahan kaca tersebut,” ungkap Kapolsek Jombang, AKP Edy Widoyono, Sabtu (25/04/2026).
Tak terima dengan perlakuan kasar sang kekasih, UNN akhirnya memilih jalur hukum. Polsek Jombang yang menerima laporan tersebut langsung bergerak cepat memburu si pria temperamental.
Nasib Pelaku, Dari Rumah Ke Sel Tahanan
Pelarian emosional DIP berakhir pada Jumat (24/4/2026). Tim Unit Reskrim Polsek Jombang meringkusnya di rumah tanpa perlawanan. Kini, ia harus menukar kenyamanan rumahnya dengan jeruji besi di Mapolsek Jombang.
Barang Bukti yang Diamankan, yaitu. Pecahan kaca aquarium yang hancur. Hasil Visum et Repertum sebagai bukti sah kekerasan.
Akibat aksinya yang main tangan (dan main aquarium), DIP kini terancam dijerat dengan Pasal 466 KUHP tentang penganiayaan.
Ancaman hukuman penjara kini menantinya, meninggalkan urusan cicilan motor yang kini jadi masalah paling kecil dalam hidupnya.
Pesan Moral: Jika belum sanggup bantu cicilan, setidaknya jangan cicil penderitaan buat pasangan.
Reporter: Adi















