Lima Tahun Dibiarkan, Limbah Tahu di Mancar Timur Jombang Gerogoti Kesehatan Warga

  • Bagikan
Oplus_131072

MMCNEWS.ID | Warga Dusun Mancar Timur, Desa Mancar, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, mengeluhkan kondisi aliran Kali Dam Mancar yang tercemar parah.

Limbah yang diduga berasal dari sejumlah pabrik tahu di wilayah Dusun Bapang, Kecamatan Jogoroto tersebut telah mengubah fungsi sungai dan memicu bau menyengat yang mengganggu kehidupan warga selama bertahun-tahun.

IS (50), salah seorang warga yang tinggal di pinggir kali, aroma tidak sedap dari aliran sungai tersebut sangat menusuk hidung dan terasa kian parah pada waktu-waktu tertentu.

“Baunya itu sangat menyengat sampai ke otak. Orang dewasa saja tidak kuat, apalagi anak-anak kecil yang jumlahnya banyak di sini. Kalau baunya sudah muncul, kami terpaksa menutup seluruh pintu dan jendela rumah,” ujar IS, Jumat (22/5/2026) kepada mmcnews.id

Ia juga menambahkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung selama 5 tahun lebih. Padahal, sebelum tercemar limbah, Kali Dam Mancar dikenal memiliki air yang bersih dan jernih, bahkan sering digunakan untuk tempat perlombaan renang oleh warga sekitar.

Senada dengan IS, LI (47) warga Mancar Timur lainnya, mengungkapkan bahwa protes demi protes telah dilayangkan kepada pihak Perangkat Desa Namun, hingga saat ini belum ada tindakan apapun.

LI menyebutkan, sempat beredar kabar desas-desas di tengah masyarakat mengenai adanya pihak tertentu yang memberi perlindungan (mem backing) keberadaan pabrik tahu tersebut, sehingga setiap protes warga selalu berujung buntu.

“Dari Dinas Pengairan memang ada yang datang setiap bulan untuk foto-foto dan bersih-bersih, polisi juga pernah datang memfoto. Tapi ya sebatas foto-foto saja, tidak ada solusi atau tindakan tegas sampai detik ini,” keluh LI

Selain merusak sungai, pencemaran limbah kini mulai mengancam kesehatan masyarakat. Warga melaporkan adanya kasus gangguan pernapasan di lingkungan sekitar sungai akibat menghirup udara yang tercemar setiap hari.

“Dampaknya nyata sekali, warga di sini terutama yang tinggal di area dekat dengan sungai, banyak yang terkena batuk, mengeluhkan pusing hingga sesak napas.

Penyakit sesak napas menjadi yang paling dominan di sini karena baunya kian menguap, terutama saat musim kemarau atau saat awal musim hujan ketika air limbah kembali meluap,” pungkasnya.

Warga Mancar Timur sangat berharap Pemerintah Daerah dan Dinas terkait segera mengambil langkah cepat dan tegas untuk menyelamatkan lingkungan mereka.

Warga menuntut adanya sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) atau pembuatan bendungan penampungan khusus agar limbah industri tahu tersebut tidak lagi langsung dibuang dan mencemari aliran sungai.

Mereka juga menginginkan Dam Mancar dapat dipulihkan kembali fungsinya, bukan menjadi tempat pembuangan limbah yang merugikan kesehatan.

Reporter: Adi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan