Berbekal Gertakan “BBM Ilegal”, Komplotan OTK Peras Penjaga Toko Madura di Mojoagung 

  • Bagikan
Oplus_131072

MMCNEWS.ID | Aksi premanisme dengan modus tuduhan tak berdasar kembali meresahkan warga. Kali ini, sebuah Toko Madura di kawasan Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, menjadi sasaran pemalakan oleh dua Orang Tak Dikenal (OTK). Pelaku nekat memeras korban dengan modus menuding pihak toko menyalahi aturan karena menjual bensin eceran.

Peristiwa menegangkan tersebut menimpa seorang penjaga toko berinisial S pada Senin (18/5/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Menurut kesaksian S, malam itu tokonya mendadak didatangi dua pria misterius. Satu pelaku mengenakan jaket hijau, sementara rekannya memakai hoodie lengkap dengan helm yang tetap terpasang untuk menyembunyikan identitas.

Tanpa basa-basi, kedua pria tersebut langsung mengintimidasi S. Mereka menuduh toko tersebut melakukan pelanggaran hukum karena menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran.

“Saya tidak kenal mereka. Anak saya yang ketakutan sempat bersembunyi sambil merekam kejadian itu diam-diam,” ungkap S.

Sambil membentak, kedua pelaku mulai melancarkan aksi intriknya. Mereka meminta “uang damai” sebesar Rp1 juta rupiah agar pelanggaran yang dituduhkan tidak diseret ke jalur hukum.

S yang hanya berstatus sebagai pekerja sempat syok. Ia berusaha menjelaskan bahwa dirinya bukan pemilik toko dan mengaku hanya memegang uang tunai sebesar Rp200 ribu. Namun, tawaran itu langsung ditolak mentah-mentah oleh pelaku.

Melihat gelagat tidak beres, S bahkan sempat menawarkan diri untuk menghubungi pemilik toko agar masalah ini diselesaikan secara langsung. Anehnya, kedua pelaku justru menolak keras dan terus mendesak S.

Setelah proses tawar-menawar yang berjalan alot dan menegangkan, S yang merasa tertekan akhirnya terpaksa mengalah.

“Daripada ribut terus dan suasananya makin tidak kondusif, akhirnya saya serahkan uang Rp500 ribu,” keluh S.

Usut punya usut, aksi pemerasan dengan modus “razia BBM eceran” ini diduga bukan yang pertama kali terjadi. Berdasarkan informasi yang dihimpun S, beberapa jaringan Toko Madura lain di wilayah Mojoagung juga sempat menjadi korban komplotan serupa.

Gerah dengan aksi premanisme yang merugikan para pedagang kecil, S berharap rekaman video dari anaknya bisa menjadi petunjuk bagi aparat penegak hukum.

“Kami sangat berharap pihak kepolisian segera turun tangan dan menindaklanjuti kasus ini. Kami hanya ingin berniaga dengan aman dan nyaman tanpa bayang-bayang intimidasi,” pungkasnya.

Reporter: Adi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan