Memasuki Musim Tanam Kedua, Petani Desa Karang Gayam Optimis Hasil Melimpah

  • Bagikan

Ket foto; Musawwir saat menabur pupuk di sawah pecatan desa

Bangkalan|| MMCMadura, Musim tanam padi kedua telah dimulai di beberapa daerah pertanian di Madura khusunya didesa karanggayam para petani mulai menanam disawah-sawah mereka, menandai awal dari siklus tanam yang baru.

Di Desa Karang Gayam sendiri, Musim Tanam kedua telah memulai proses penanaman padi dengan menggunakan teknik konvensional namun efisien. Mereka juga menggunakan pupuk yang tepat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.

Musawir saat diwawancara media ini menyampaikan, Selain musim hujan masih sangat baik didesanya didukung oleh program pengeboran sehingga dia optimis panen kali ini akan melimpah dan berhasil.

“hujan masih sering turun pak. Jadi kami mulai menanam yang kedua kalinya. Apalagi desa kami sudah tersedia pengeboran untuk para petani jadi saya tidak hawatir kalau hujan tidak turun” kata Musawwir ketika ditemui di sawah milik desa yang dia kelola. Senin pagi (14/04/25).

Ditempat yang berbeda, Asdiri Kepala Desa Karang Gayam menjelaskan, pihaknya memberikan dukungan kepada petani dengan menyediakan fasilitas dan sumber daya yang dibutuhkan seperti penyediaan air melalui program pengeboran air dan penyediaan pompa air pertanian untuk meningkatkan produksi padi.

“Tahun kemaren Alhamdulillah desa kami termasuk yang mendapatkan bantuan IRPOM dan sekarang sudah bisa dimanfaatkan oleh petani terutama diakhir musim hujan” Kata Asdiri.

Ditambahkan Asdiri, warga desanya hampir seluruhnya merupakan petani dan merupakan sistem pertanian yang mengandalkan air hujan (tadah hujan), jadi perlu dukungan pemerintah daerah maupun pusat.

“Pertanian di desa kami tadah hujan, tidak semua petani terjangkau oleh program pengeboran, sehingga dukungan penyediaan air pertanian baik dari pemerintah daerah atau daerah pusat sangat dibutuhkan” Imbuhnya.

Disinggung terkait ketersediaan Pupuk subsidi didesanya, Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) yang melibatkan Kios penyalur pupuk bersubsidi.

“Penyediaan Pupuk kami pasrahkan kepada Pengurus Kelompok tani untuk berkordinasi dengan Kios setempat. jangan sampai petani mengeluh kelangkaan pupuk” ujar Kades yang mengaku juga bertani.

Sekedar informasi, Pendapatan PADes desa karang gayam mencapai 25 juta lebih dari bagi hasil penggarapan tanah caton (tanah kas desa).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan