Ket foto; asdiri kepala desa karang Gayam saat dilokasi ponpes Alkhoziny buduran.
Bangkalan || MMCMadura, Kepala Desa (kades) Karang Gayam, kecamatan blega kabupaten bangkalan, Asdiri, mengungkapkan harapan besar untuk keajaiban dalam tragedi robohnya bangunan Ponpes Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo. Tiga putra desa yaitu; M Maulidy insani Kamil, M azam Alby Alfa Himam dan Nuruddin yang merupakan santri di pondok pesantren tersebut masih belum ditemukan di antara reruntuhan bangunan yang ambruk saat salat Ashar pada 29 September 2025.
“Semoga ada keajaiban dan putra-putra desa kita dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” kata Asdiri pada media ini Kamis (02/09/25) dengan penuh harapan.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada tim SAR, TNI, Polri, dan BPBD yang telah bekerja keras dalam proses evakuasi.
Bangunan musala tiga lantai di Ponpes Al Khoziny ambruk saat ratusan santri putra sedang melaksanakan salat Ashar berjamaah. Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus dilakukan untuk mencari korban yang masih terjebak di reruntuhan.
Kades Karang Gayam juga meminta doa dan dukungan dari masyarakat agar proses pencarian dapat berjalan lancar dan putra-putra desa dapat ditemukan segera. “Mari kita berdoa bersama untuk keselamatan mereka,” tambahnya.
Asdiri sendiri didampingi Sekertaris Desa (Sekdes) Hadir bersama untuk megggetahui secara langsung serta menyambngi wali santri yang sudah empat hari berada di pos penampungan wali santri.
Tragedi itu telah menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Semoga proses evakuasi dapat segera menemukan titik terang dan memberikan kejelasan tentang nasib para santri yang masih terjebak.















