Teknologi Ferosemen Perdana Dimadura Diterapkan Pertama Kali Di desa Blega oloh

  • Bagikan

Ket foto; Rumah Rohmah di dusun dekong yang dapat bantuan sedang diperbaiki

Bangkakan || MMCMadura, Pemerintah Desa Blega oloh kecamatan blega kabupaten bangakalan Madura, melakukan terobosan dengan menerapkan teknologi ferosemen untuk perbaikan Rumah Tidak layak huni (RTLH) bagi warganya yang mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Teknologi ferosemen merupakan pertama kalinya diterapkan di Madura.

Kepala Desa Blega Oloh, Rahmatul Bari mengatakan Teknologi ferosemen dipilih karena dapat membuat rumah lebih kuat dan tahan gempa. Ferosemen adalah jenis beton bertulang tipis yang terbuat dari mortar semen hidrolis dengan perbandingan campuran 1 semen : 2-3 pasir, dan diberi tulangan kawat anyam.

“Teknologi ferosemen ini sangat cocok untuk perbaikan rumah warga, karena dapat membuat rumah lebih kuat dan tahan gempa, dengan penerapan teknologi ini, warga desa dapat memiliki rumah yang lebih aman dan nyaman.” Kata bari yang biasa disapa saat diwawancara media ini Rabu (29/10/25).

Rahmatul Bari menjelaskan ada enam puluh rumah warga didesanya yang mendapatkan bantuan dari pemerintah, dikesempatan itu Rahmatul Bari mengucapkan Terima kasih kepada pemerintah pusat atas bantuan yang diberikan kepada warganya.

“Ada enam puluh warga yang menerima bantuan pak, yang tersebar di enam dusun. Empat puluhnya menggunakan teknologi Ferosemen dan dua puluhnya menggunakan cara konvensional. Dengan inovasi ini, saya berharap dapat meningkatkan kualitas hidup warga desa dan membuat mereka lebih sejahtera. Semoga bisa bermanfaat dan Terima kasih kepada pemerintah pusat. ” Kata Bari mengakhiri wawancara.

Sementara itu Parulian Hutahuruk selalu Korkab Bangkalan menjelaskan, Penerapan teknologi ferosemen di Blega oloh diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Madura untuk melakukan perbaikan rumah dengan cara yang lebih inovatif dan efektif.

“Teknologi ini diharapkan bisa di aplikasikan keseluruh rumah warga di madura yang bangunannya tak bertulang karena lebih inovatif dan efektif.” Jelas pria kelahiran Batak itu saat memberikan pengenalan dan pelatihan teknologi ferosemen kepada puluhan tukang.

Lebih lanjut Parulian Hutahuruk menjelaskan, Teknologi Ferosemen mempunyai banyak keunggulan dari cara konvensional dan berharap para tukang menjadi pioner dan mengaplikasikan di masyarakat luas yang tentunya banyak keuntungan sehingga bisa menekan biaya lebih murah dan tak kalah kokohnya.

“Keunggulan Teknologi Ferosemen itu diantaranya, Kekuatan tinggi, Ekonomis, Mudah diaplikasikan dan Tahan gempa. Jadi jangan takut untuk menyampaikan kepada masyarakat luas.” Kata nya.

Sementara itu Rohmah salah satu penerima manfaat dari program itu mengaku senang dan mengucapkan Terima kasih kepada pemerintah Desa atas bantuannya.

” Saya sangat senang dengan penerapan teknologi ferosemen ini. Rumah saya sekarang lebih kuat dan aman,” kata nya tersenyum bahagia melihat rumahnya yang diperbaiki yang terletak di dusun dekong.

Sekedar diketahui publik BSPS adalah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, sebuah program dari Kementerian Perumahan Kawasan Permukiman (PKP)  untuk masyarakat berpenghasilan rendah guna memperbaiki rumah tidak layak huni menjadi layak huni.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan