Ket foto; lingkaran hijau tiang cor besi kartaan dan panah kusen yang sebagian sudah dimakan rayap
Bangkalan || MMCMadura, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karang Gayam 1 mendapatkan Proyek pembangunan atau renovasi menghabiskan anggaran fantastis yaitu Sebesar Rp. 531, 280. 000, menuai sorotan karena ditemukan besi karatan yang sudah berkorosi didalam tiang cor lama tidak diganti.
Hal itu memicu kekhawatiran akan keamanan dan keselamatan siswa serta guru di sekolah tersebut serta dikhawatirkan bangunan cepat rusak dan tidak bertahan lama.
Terlihat dilokasi proyek tidak adanya renovasi pada pondasi, persiapan tanah, pasangan, pekerjaan beton serta para pekerja tidak memakai alat Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang sudah tertuang dalam kontrak kerja.
Yang dihimpun media ini seharus nya pekerjaan proyek itu meliputi, Pekerjaan persiapan, pekerjaan K3, Pekerjaan Tanah, pekerjaan pasangan, pekerjaan PLESTERAN, pekerjaan beton, pekerjaan rangka atap, atap, pekerjaan KUSEN, pekerjaan pintu, jendela, pekerjaan kunci + penggantung, pekerjaan PLAFOND, pekerjaan pengecatan, pekerjaan lantai, pekerjaan listrik dan pekerjaan KACA.
Pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan Rencana anggaran biaya (RAB) pada proyek itu dibenarkan oleh salah satu tukang, Samsuri yang berhasil diwawancara media ini. Ia menjelaskan, pekerjaan hanya renovasi ringan tidak adanya pekerjaan beton serta pasangan.
” Kepala tukangnya tidak datang pak untuk hari ini, kami hanya tambal ulang tembok, karena kita renovasi kalau dibongkar itu bangun ulang. Masalah kusen semua tidak ada diganti yang diganti dibelakang saja nanti pakai kaca.” Kata samsuri yang mengaku dari kecamatan sepuluh bangkalan, pada hari selasa pagi menjelang siang (04/11/25).
Lebih lanjut ia memastikan cor tiang tidak ada sama sekali yang direnovasi meskipun terlihat besi sudah karatan yang kalau dipaksakan akan memperpendek usia bangunan.
” Ini ditutup saja pak meskipun besi karat karena kita hanya renovasi pak. Kalau dibongkar namanya bangun baru pak. Kan anggarannya renovasi.” Ucap samsuri yang menunjuk besi yang sudah karatan.
Sementara itu kepala sekolah SDN Karang gayam 1 tidak berhasil dikonfirmasi karena tidak ada ditempat.
Menanggapi hal itu Abdullah meminta agar bangunan itu dibongkar dan diperbaiki sesuai dengan RAB, menurutnya pondasi serta tiang cor yang menjadi tumpuan utama bangunan itu harus dibanngun agar umur bangunan panjang tidak cepat rusak kembali.
“Anggaran nya besar tapi kok hanya renovasi ringan seperti itu, saya meminta kontraktor tidak hanya mementingkan keuntungan semata, melupakan kualitas bangunan, Kami berharap bahwa sekolah dapat menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa siswi,” Kata Abdullah.
Selain itu pihaknya meminta agar dinas pendidikan serta Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) tidak tutup mata melihat kenakalan pelaksana proyek yang ia nilai hanya mementingkan keuntungan semata.
” Saya minta dinas terkait hususnya Inspektorat turun ke lokasi jangan tutup mata, Audit menyeluruh agar uang negara tidak dijadikan bancakan oleh kontraktor kontraktor nakal.” Pungkas Abdullah penuh harap.
Untuk diketahui publik pekerjaan Rehabilitasi ruang kelas UPTD SDN karang gayam 1 itu bersumber dari Dana Alokasi umum tahun anggaran 2025 dengan pelaksana proyek CV. Aisar Bahari Jaya yang beralamat di Dusun Pancor.
Saat berita ini dibaca publik Media ini belum berhasil konfirmasi pelaksana proyek karena meminta nomer yang bisa dihubungi tidak diberikan oleh pekerja dilokasi.
Bersambung… !!















