Plt Kepala Dinas Kominfo Boven Digoel Tanggapi Pernyataan Ketua DPR tentang Keterlibatan OAP

  • Bagikan
Img 20240729 143907

Boven Digoel, Mmcnews – Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Boven Digoel, Maria Payunglangi, memberikan tanggapan atas pernyataan Ketua DPRK Boven Digoel, Athanasius Koknak, terkait keterlibatan anak Papua asli dalam berbagai kegiatan program dinas, termasuk Hari Anak Nasional yang beredar di WhatsApp beberapa waktu lalu.

Ketua DPRK, Athanasius Koknak, sebelumnya menekankan perlunya klarifikasi mengenai mengapa anak-anak Papua asli dari Boven Digoel tidak terlibat dalam kegiatan Hari Anak Nasional. Koknak juga menyarankan agar setiap kegiatan di Dinas Kominfo wajib melibatkan anak Papua asli dan berharap Digoel TV dapat berfungsi sebagai inkubator bagi potensi mereka di Kabupaten Boven Digoel. Selain itu, Koknak meminta para kepala sekolah untuk melakukan pendampingan dan pembinaan guna meningkatkan SDM anak Papua asli.

Menanggapi pernyataan tersebut, Maria Payunglangi melakukan jumpa pers dan mengundang semua awak media di media center Dinas Kominfo Kabupaten Boven Digoel, Senin (29/07/2024).

Ia menjelaskan bahwa Dinas Kominfo, khususnya dalam acara Hari Anak Nasional, hanya berfungsi sebagai wadah penyelenggara. Penetapan peserta acara, menurutnya, ditentukan oleh sekolah-sekolah berdasarkan prestasi anak-anak mereka.

Dalam hal melibatkan anak Papua asli dalam setiap kegiatan, Payunglangi mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen dari tenaga kerja di Dinas Kominfo adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 90 persen dari tenaga honorer adalah anak-anak Papua asli. Mereka dilatih dan dibina dalam dunia jurnalistik sebagai bagian dari pengembangan SDM.

Tentang Digoel TV, Payunglangi mengakui bahwa stasiun televisi tersebut masih dalam tahap pengembangan dengan berbagai keterbatasan anggaran. Saat ini, Digoel TV mengelola 9 program, seperti Bupati Menyapa, Digoel Beriman, Info Digoel, dan lainnya. Semua program yang ada telah melibatkan anak Papua asli sesuai dengan kapasitas yang ada.

Mengenai permintaan untuk kepala sekolah melakukan pendampingan dan pembinaan, Payunglangi menegaskan bahwa hal tersebut berada di luar tanggung jawab Dinas Kominfo dan merupakan kewenangan dinas pendidikan atau pihak terkait lainnya.

Payunglangi menutup penjelasannya dengan menekankan komitmen Dinas Kominfo untuk terus mendukung dan melibatkan anak Papua asli dalam setiap kegiatan dan program yang mereka jalankan, sambil mengatasi berbagai tantangan yang ada. [Linthon]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan