Proyek Pembangunan Ruang Kelas SDN Noreh V Diduga Tanpa Pondasi

  • Bagikan

Ket foto; Proyek SDN noreh 5

Sampang || MMCMadura, Pondasi merupakan bagian utama dalam konstruksi bangunan yang berfungsi untuk menyalurkan beban bangunan ke tanah di bawahnya. Pondasi yang dibangun dengan baik akan membuat bangunan bertahan lama.

Selain itu, pondasi yang baik juga dapat melindungi bangunan dari bencana alam seperti gempa bumi dan banjir.

Jika sebuah proyek dibangun tanpa pondasi, maka akan terjadi beberapa hal, di antaranya: Bangunan tidak stabil, Bangunan retak, Bangunan turun, Bangunan berpotensi runtuh.

Namun hal itu terjadi disebuah proyek bangunan ruang Kelas SDN Noreh V yang dibangun bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Pembelanjaan Daerah (APBD) Kab Sampang dengan nilai kontrak Rp. 493.693.400.00.

Terlihat dilokasi bangunan itu sudah selesai pengerjaan cakar ayam yang ditanam di tanah urukan bangunan asal yang tidak dibersihkan selanjutnya sloof diatas tanah itu tanpa terlihat adanya pondasi.

Terlihat tukang menutupi sisa bangunan lama itu dibawah sloof dengan Lolo yang diduga mengakali biar nampak terlihat ada pondasinya.

Hal itu terjadi diduga minimnya pengawasan dari dinas terkait serta pihak pelaksana proyek tidak mengutamakan kwalitas dan hanya mementingkan keuntungan semata.

Dikesempatan itu saat dikonfirmasi Kepala sekolah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Noreh V, Alfiyatus Sholeha disampaikan Faisol Amir, berharap bangunan yang ia dapatkan agar dibangun dengan kualitas yang baik dan sesuai dengan spesifikasi serta sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

” Saya hanya penerima manfaat semua pelaksana yang mengerjakan, saya harap dikerjakan dengan baik agar umur bangunan bertahan lama, kalau Masalah teknis pembangunan saya tidak pegang, cuman saya minta dibangun sesuai RAB nya, ada pengawasnya juga itu, saya nggak dapat apa-apa.” Kata Faisol Amir mewakili kepala sekolah.

Sementara itu Ghufron yang mengaku kepala tukang tidak tahu kalau terkait pelaksana proyek yaitu cv- Arum PUSPITA SARI yang beralamat Jl.Meliwis dusun Krajjan RT 001 RW 040 Desa Waringinagung Kecamatan Jombang Kabupaten Jember pelaksana punya siapa, dirinya mengaku hanya bekerja. Disinggung terkait K3 serta pekerjaan tanah tidak dibersihkan ia mengaku sudah konsultasi dengan konsultan pengawas.

” Saya kepala tukang tidak tahu CV ya dari mana, K3 ada tapi tidak dipakai, yang kerja dapat 3 hari pak, terkait pasir itu pasir Pasuruan dan Pasirian. beli pasir pasirian itu karena ada coran pak. Kalau tak ada cor ya tidak akan pakai pasirian” Kata Ghufron.

Lebih lanjut Ghufron menjelaskan terkait bahan kayu kusen yang digunakan merupakan bahan kayu bangkirai aslinya Meranti. Lanjut Ghufron.

Sementara itu kepala dinas pendidikan kabupaten Sampang saat dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (Kabid SD) Abd Rahman belum bisa memberikan keterangan dikarenakan ia mengikuti rapat.

“Wa’alaikumussalaam,.. masih pembahasan anggaran 2025 di DPR” balasnya singkat pada media ini, Kamis (07/11/24). Bersambung….

(Man)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan