Rancang Masa Depan Pendidikan dan Budaya, Disdikbud Jombang Godok Renja 2027 Lewat Forum Strategis

  • Bagikan
Oplus_131072

MMCNEWS.ID | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang mulai memacu mesin perencanaannya lebih awal. Bertempat di Aula 1 Disdikbud Jombang pada Jumat pagi (20/2/2026), digelar Forum Perangkat Daerah sebagai langkah krusial dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027 yang visioner dan tepat sasaran.

Bukan sekadar pertemuan rutin, forum ini menjadi ajang “sinkronisasi otak” antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Jombang. Tujuannya tegas: memastikan setiap rupiah dan program yang direncanakan untuk tahun 2027 benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas SDM serta pelestarian warisan budaya lokal.

Kepala Disdikbud Jombang, Wor Windari, turun langsung memaparkan materi inti di hadapan para pemangku kepentingan. Dalam orasinya, ia menekankan bahwa penyusunan Renja 2027 harus memiliki napas yang sama dengan dokumen perencanaan daerah yang lebih makro.

“Kita tidak ingin berjalan sendiri. Arah kebijakan, prioritas program, hingga strategi eksekusi harus selaras dengan kebutuhan masyarakat Jombang yang dinamis. Renja 2027 adalah fondasi untuk pendidikan yang lebih merata dan kebudayaan yang tetap lestari di tengah gempuran zaman,” ujar Wor Windari penuh semangat.

Pemaparan tersebut menggarisbawahi beberapa poin penting, di antaranya:

Aksesibilitas Pendidikan: Memastikan jangkauan layanan pendidikan hingga pelosok.

Kualitas Tenaga Pendidik: Peningkatan kompetensi guru yang adaptif terhadap teknologi.

Digitalisasi Kebudayaan: Upaya pelestarian objek pemajuan kebudayaan dengan pendekatan modern.

Agenda ini juga dihadiri oleh sosok-sosok kunci, termasuk Sekretaris Disdikbud Abdul Majid, serta M. Supakun selaku Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Jombang.

Kehadiran perwakilan Bapperida menjadi vital untuk menjaga ritme perencanaan. M. Supakun memberikan perspektif mendalam mengenai pentingnya sinkronisasi antarperangkat daerah agar tidak terjadi tumpang tindih program (overlap) dan anggaran bisa terserap secara efektif untuk pembangunan manusia.

Forum ini ditutup dengan diskusi interaktif untuk menghimpun masukan dari berbagai OPD. Melalui pendekatan partisipatif ini, Disdikbud Jombang optimistis bahwa Renja 2027 yang dihasilkan nantinya bukan sekadar dokumen administratif, melainkan sebuah peta jalan (roadmap) yang konkret.

Dengan perencanaan yang matang sejak dini, Kabupaten Jombang diharapkan mampu melahirkan generasi emas yang unggul secara intelektual namun tetap berpijak pada akar budaya luhur Jombang.

Reporter: Adi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan